img00479-20120827-12301.jpg

Ok!

Pagi tadi gue ke sekolah dengan maksud mo’ ngambil ijazah. Namun, sesampainya gue di sana, ternyata pengumumannya berubah. En, ijazah asli tersebut akan diterbitkan insya Allah kira-kira bulan September 2005.

Duuh!!! Bikin pusing lagi khan! Nambah lagi deh penantiannya!!! Kapan nih! penungguan ini akan berakhir???

Oh, waktu, jawablah secepatnya, agar gue bisa tenang en nyaman!

Hanya waktulah…

Ya, hanya waktu!

Waktu yang akan berbuat segalanya

waktu yang akan menutup semua penantian yang belum pasti, kapankah akan berakhir?

Ya Allah, bukakanlah lapangan pekerjaan yang Engkau ridhai bagiku, agar aku dapat bekerja dengan baik dan berusaha dengan ulet dan rajin. Serta berikanlah petunjuk dan pertolongan-Mu bagiku dalam menjalankan kegiatan tersebut, Aaminn.”

30 Juli 2005 at home sweet home

***

Hey, teman. Pagi ini aku membuka-buka diari masa remajaku. Yah, ketika aku masih belia. Tepatnya, setelah menamatkan pendidikan di bangku pendidikan lanjutan atas. Dan pagi ini, aku seakan kembali menjalaninya.

Dalam kesulitan pikir, aku  masih merangkai doa kepada Allah. Dan dalam hampir setiap catatan yang aku tulis, ada Allah di sana. Ya, tertulis pinta dalam harap kepada-Nya.

Ya Allah… (… lalu aku merangkai kalimat-kalimat berisi harapan)

Ya Allah… (… kemudian ku teruskan rangkaian kata dengan pinta yang ingin ku laksana)

Ya Allah… (… untuk selanjutnya, aku menitikkan airmata pula di dalamnya.

Dan pagi hari ini, aku seakan menatap ulang siapa aku pada saat menulisnya. Kemudian membawanya pada saat ini. Aku kembali memandang wajahku saat ini. Kemudian menggiring pikir lagi pada keberadaanku pada hari itu. Dan aku pun melanjutkan gerakan jemari dengan lebih ringan. Teruskan pula ingatanku pada saat menulis rangkaian diari masa belia dulu.

Aku pernah menuliskan harapan di dalam ingatan, tentang apa yang sedang aku jalani pada saat ini. Ya, aku berkeinginan kuat untuk dapat merangkai kata lebih banyak lagi. Kemudian aku mempersembahkannya pada dunia. Aha! Dan hari ini, dunia maya menjadi lokasi sekaligus jalan sampaikan beraneka cipta yang pernah aku cita.

Aku pernah berada di depan selembar kertas kosong yang saat ini telah usang dan berwarna temaram. Aku pernah berada di lingkungan yang sangat sejuk, segar dan penuh dengan kedamaian. Lalu kini, kedamaian ingin terus ku cipta dalam hari-hari.

Adapun salah satu jalan yang dapat mendamaikan adalah dengan tersenyum. Walaupun beberapa baris kalimat singkat pada pagi hari, siang ataukah malam hari. Namun semua ini menjadi salah satu wujud syukurku pada Allah. Karena Allah menjawab doa-doaku. Allah memberikan kesempatan padaku untuk berlatih lebih banyak lagi, saat beraneka doa yang aku pinta pada-Nya, masih belum Allah kabulkan. Dan aku sangat yakin, segalanya menjadi yang terbaik bagiku.

Aku pernah menjadi sang juara pada masa-masa menempuh pendidikan ketika masih kecil. Masa es-de aku adalah peraih juara kelas. Juara satu setiap terima rapor, bukan lagi hal yang asing bagiku. Dan aku belum pernah menyaksikan bagaimana ekspresi yang aku tampilkan pada saat menerima hasil pembelajaranku pada saat itu. Ya, karena aku sangat jarang bercermin. Aku bahkan sampai lupa, bahwa aku ternyata cantik saat tersenyum.

Huh!

Ingin ku mencubit pipi kanak-kanakku. Lalu, bertanya padanya, “Mengapa engkau seringkali tanpa senyuman?”

Dan kini, saat menatap langkah-langkah beliaku di dunia maya, aku seakan menatap diriku pada masa kecil. Ya, dengan membayangkannya.

Aku melihat apa yang aku pernah tuliskan, dan membacanya lagi satu persatu. Aku menelusuri susunan kalimat yang aku rangkai huruf-hurufnya, kemudian aku menemukan ide baru untuk merangkai catatan yang berikutnya. Yah, apabila ada catatan yang menurutku belum sempurna, maka aku usaha untuk merangkai catatan berikutnya dengan maksimal. Hingga saat ini pun begitu. Karena salah satu tujuan keberadaanku di sini adalah untuk belajar merangkai kalimat. Kalimat yang mensenyumkan, dan membuatku seringkali tersenyum. Terlebih lagi saat aku menyadari, siapakah aku yang sesungguhnya?

Aku berani menulis kalimat-kalimat yang menurut pikirku terkadang tidak masuk akal sama sekali. Namun, ketika aku merasakan hal yang sama, maka ia pun terhadirkan segera. Sekalipun aku seakan tidak percaya, bahwa aku pernah mengalaminya dalam rangkaian waktu yang aku jalani. Namun aku mesti belajar dari apa yang telah terjadi. Kemudian menjadikannya sebagai bagian dari pengalaman. Kemudian menyisipkan sebagiannya sebagai ilmu pengetahuan. Dan aku yakin, semuanya tidak sia-sia.

Aku, semua ini tentang apa yang aku rasa-rasakan, apa yang ku pikir-pikir, semua yang aku pernah jalani. Dan bahkan tidak banyak diantaranya yang belum aku jalani. Namun aku berani sekali menuliskannya. Aku menamainya harapan.

Aku menuliskan tentang harapan, lalu aku menjaganya agar ia berujung dengan kenyataan. Aku menyisihkan beberapa menit saja di antara waktu-waktuku pada setiap harinya, untuk mencipta jejak di dunia maya. Meskipun dalam kelelahan fisik, dan keruwetan pikiran. Aku ingin mengetahui pada suatu hari nanti, bahwa ternyata aku pernah mengalaminya. Semoga ada pencerahan. Okeys..?

***

Nah! Saat ini, ketika aku hadir lagi di dunia maya, sebenarnya buat apa yaa? Bertanyaku pada diri sendiri. Karena dalam yakinku, pasti ada satu dua hal yang ingin aku sampaikan sebelum mampir di sini, tadi.

Hmm… (sejenak ku berpikir)

Oiaa….😀 Karena aku teringat dengan masa kecilku dan belia. Aku yang seringkali memperoleh nilai memuaskan atas hasil pembelajaran. Dan beberapa tahun terakhir, aku seakan kehilangannya. Ya, aku belum lagi menjadi penerima nilai atas masa belajar yang aku jalani. Dan ada di manakah sekarang aku? Apakah aku masih menjadi siapa diriku yang seringkali mendapatkan pujian karena keberhasilanku? Ataukah aku saja yang belum menyadarinya? Sedangkan aku terus berjuang untuk melanjutkan perjalananku dalam menemukan bahan pelajaran dari alam-Nya. Bahan pelajaran yang dengan senang hati, aku rangkai dan rangkum dalam catatan demi catatan hampir setiap hari. Xixixiii.. Tepatnya, menulis diari.

Karena, jenjang pendidikan yang sedang aku tempuhi kini, bukan lagi masa pendidikan es-de yang menjanjikan kenaikan tingkat bagi siswa-siswi yang rajin belajar. Dan juga bukan jenjang pendidikan es-em-pe yang memberikan beasiswa pada siswa-siswi yang berprestasi. Namun saat ini, aku benar-benar sedang berada di dunia nyata, dunia yang sebenarnya. Lalu, ketika setiap jenjang pendidikan mempunyai guru sebagai pendidik. Maka ketika berada di dunia nyata, alam adalah guru terbaik.

Sebagaimana yang sedang berlangsung, sesungguhnya alam tidak pernah henti memberikan pelayanan kepada kita. Selayaknya seorang guru yang sedang menerangkan bahan pelajaran di depan kelas. Begitu pula dengan alam. Alam pun menitipkan kita rangkaian tugas sebagai pe-er untuk kita kerjakan. Alam juga akan memberikan kita nilai atas hasil belajar yang kita jalani dengan sungguh-sungguh.

Oleh karena itu, ada satu pesan dariku saat ini, teman. Teruslah belajar dengan baik. Bergiatlah dalam berlatih untuk memahami bahan pelajaran yang engkau temukan dalam belajar. Lalu, berusahalah untuk menemukan jawabannya, apabila ada diantara pertanyaan yang engkau belum kuasai maknanya. Karena dengan bertanya, maka engkau menjadi tahu apa saja yang belum engkau ketahui.

Keep spirit and share our notes. Aku sungguh bahagia dapat mengenalmu, teman. Engkau yang sebelumnya tidak pernah aku  ingat, karena kita belum berkenalan. Namun, saat mengenal siapakah engkau yang sesungguhnya, ingatanku padamu terus berlangsung. Entah kapan ia berakhir. Yang jelas, selagi aku mengingati engkau sahabatku terbaik, maka aku akan terus merangkai kalimat. Buatmu teman… buatmu dunia maya.

Karena sebelumnya, aku pernah mengimajinasikan, catatan-catatanku melayang di angkasa. Yang semua orang dapat membacanya dengan segera. Ya.

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s