Teman…

Aku merangkai susunan kalimat saat ini, untukmu, ya untukmu, teman. Engkau yang pernah ku kenali, walau kita belum pernah berjumpa. Engkau yang seringkali ku jumpai, walaupun untuk saat ini kita belum lagi dapat bersapa. Engkau yang baru pertama kali ku sapa melalui catatan ini.Aku bahagia mengenalmu. Bahkan melebihi kebahagiaanku saat mengenal diriku sendiri. Karena engkau ada untuk membawa warna baru dalam sejarah perjalananku. So, walau bagaimana pun dan di manapun engkau berada saat ini, semoga kebaikan senantiasa menyertaimu, teman.

Teman…

Pada hari ini, tanggal tujuh belas Desember tahun dua ribu dua belas. Mendung dan berkabut, di atas sana. Tiada mentari, memang. Namun aku merasakan bahwa hari ini begitu cerah, terang dan benderang. Seperti mentari sedang bersinar dengan cemerlang. Karena dalam ingatan ku, engkau adalah mentari. Dan saat ini, engkau sedang berada di hadapan ingat ku.

Terima kasih teman, atas kehadiranmu di dalam sejarah kehidupanku di dunia ini. Semoga kita dapat bersama-sama hingga di alam berikutnya, yaa.

With Love,
-Your First until Last Time Friend-

😀

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s