Cari Inspirasi di Sepanjang Jalan

In the  Angkot Sore menjelang senja hari ini. Selepas beraktivitas seperti biasanya, aku tidak langsung pulang ke kost-kostan. Karena aku mau nyari inspirasi dulu. Yah. Jadinya, aku pun teruskan perjalanan ke ujung arah. Bersama seorang supir yang sedang menyetir lumayan ngebut, aku jadi ga nyaman. Namun aku tetap ikut. Karena belum ada pilihan lain yang mau aku ambil selain tetap duduk manis.

Aku mengedarkan arah pandang ke sekeliling, ke pinggiran jalan yang sedang kami lalui. Lalu lintas lumayan lancar. Karena gerimis masih turun dengan ayu. Titik-titik bening permata kehidupan itu seakan menyadari apa yang sedang aku alami saat ini. Hingga ia tidak mau berlama-lama mengguyur bumi.

Lama di perjalanan, dari satu ujung ke ujung lainnya, tidak ada satu orang pun yang ikut dengan angkot yang sama dengan ku. So, keheningan yang diselingi oleh laju mesin kendaraan yang melaju main kencang, sangat tidak berarti. Ditambah lagi detak jantung ku yang mulai tidak biasa. Aku mulai takut dengan nuansa seperti ini. Akhirnya, aku pun memilih turun di perempatan depan. Turun, dan melanjutkan perjalanan dengan. ‘My feet’.

Kaki-kaki yang semenjak tadi menjuntai, kini mulai bergerak. Ia lebih segar dan bugar. Memang peredaran darahnya kurang lancar, sebelum menjejak di bumi, lagi. Atas dasar persahabatan, aku pun memberikan kesempatan padanya untuk turut menikmati penampilan alam nan sejuk.

Satu persatu, kaki-kaki ini mulai melangkah. Melangkah dengan gagah dan tegap. Aku bahagia bersamanya. Ia yang menjadi jalan sampaikan ku pada tujuan, Pasar Baru Trade Centre, Bandung. Uhuy!

Pasar Baru Trade Center

😀

“Untuk dapat menaklukkan gunung harapan tertinggi, maka kita harus mau menjejakkan kaki di atas jalan berkerikil setiap hari. Karena gunung terbentuk oleh kerikil-kerikil kecil yang saling menyatu. Yakinlah, tiada kesuksesan tanpa rintangan. Hanya saja semua itu menjadi penguji ketulusan dalam berjuang. Apabila kita terus bergerak, maka satu persatu kesulitan pun tertinggal di belakang. Lalu, bersiaplah untuk menyaksikan luasnya pemandangan alam yang sedang membentang di hadapan. Saatnya menghirup udara kebebasaaaaaaaaaannnn bersama senyuuuuuuuman secerah sinar mentari hari ini.”

🙂 🙂 🙂

Advertisements

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Location Di sesudut bumi yang membentang indah, di bawah sinar mentari yang tersenyum cerah, di antara makhluk ciptaan-Nya yang mengajakku tersenyum meriah, untuk bersyukur dan bersabar menempuh perjalanan hidup di dunia yang sementara, iniiii... Hihihiii. :D Phone Dzikrullah E-mail maryasuryani@gmail.com Hours Waktu adalah ibadah. Semoga berkah setiap langkah yang menjejak dalam detik-detik waktu. Waktu yang berubah menjadi masa lalu setelah kita tinggalkan. Waktu saat ini yang semoga kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk hari esok yang lebih baik. Semangat menempuh perjalanan, kawan. Semoga selamat sampai di tujuan yang sedang menanti dengan senyuman. Ini namanya merangkai harapan, jadi, jangan tertawakan, cukup senyumi dengan menawan. Terima kasih atas pengertian, pemakluman dan pemahaman yang semoga mengajakmu tersenyum saat main-main di sini. Sekalipun ada kesedihan, tenanglah, tidak berkepanjangan. Tetap ada ya, untuk saling mengingatkan pada kebaikan dan kebenaran. Harapan : Semoga pertemuan, kebersamaan dan berjaraknya kita senantiasa dalam lindungan dan Ridha Allah subhanahu wa taala... Aamiin ya rabbalalamiin.
%d bloggers like this:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close