Legend and Veendam
Legend and Veendam (Photo credit: kakela)

Alhamdulillahirabbil’alamiin. Dalam jeda waktu yang terus bergulir maju, saya akhirnya menitikkan air mata juga hari ini. Bukan menangis karena terluka, berduka atau pun berbelasungkawa. Hanya terharu, itu saja.

Saya terharu, lagi. Dan salah satu aktivitas paling menyenangkan yang saya lakukan pada waktu yang sama adalah menangis. Agar, wajah ini segera segar, kemudian dapat tersenyum memekar pada pipi. Agar, tiada lagi tanda tanya yang menyelinap di ruang pikir.

Beberapa hari yang lalu, tepatnya tanggal tiga puluh November, saya sempat mengirimkan email kepada beliau, salah seorang dosen pengajar. Dalam harapan, beliau adalah dosen pembimbing ku. Adapun tema email yang saya kirimkan adalah tentang konsultasi judul skripsi yang hampir jatuh tempo. Hohoo. Tidak terasa, sudah berbulan waktu berjalan. Hanya Engkau Yang Maha Tahu ya Rabb, atas berbagai langkah-langkah yang hamba lakukan sebelumnya.

Tidak mudah untuk memulai, memang sungguh terasa. Ada berat yang menggantung di dalam hati, berikut jemari yang pengennya curhat di sini dari pada menyusun rangkaian kalimat yang bernama skripsi. Belum, sampai saat ini, masih dalam rangka pengajuan proposal, teman. Mohon doanya yaa, semoga dapat berlangsung dengan berkah melimpah.

Oia, kedatangan saya di sini adalah untuk menitipkan beberapa bait kronologi yang baru saja berlangsung. Tidak sengaja, tanpa menduga, saya main ke alamat email lama yang pernah tercipta. Email yang saya buat untuk iseng-iseng saja. Yah, tidak terlalu penting, memang. Hanya saja, saya adalah pribadi yang senang melakukan hal-hal tidak biasa. Saya pun akhirnya menciptakan lagi alamat-alamat email yang unik. Unik dan  mengesankan. Salah satunya bernama My Surya.

Nama ini terinspirasi dari salah seorang sahabat di dunia maya. Nama yang merupakan inisial dari kepanjangan nama ku. Pun singkatan dari nama beliau. Beliau yang sangat berarti, penuh dengan kebaikan. Saya salut dengan semua ini. Hingga akhirnya, kami pun bertemu di sini. Untuk keperluan apa, kiranya?  Wallaahu a’lam bisshawab.  Saya sangat yakin, semua ini dengan izin dari Allah Yang Maha Baik. Mohon bimbing kami selalu ya Rabb, akan senantiasa mengingat-Mu lebih awal, sebelum kami mengembalikan ingatan kepada yang lainnya. Karena kami adalah hamba-hamba-Mu yang seringkali khilaf. Astaghfirullaahal’adziim. 

Istighfar. Memohon ampun kepada Allah atas ketidaktahuan diri ini.

Dalam menempuh jalan meraih cita, aku seringkali mampir di dunia ini. Baik untuk menemukan informasi-informasi baru, maupun untuk bermain-main saja. Intinya, kehadiran saya pada salah satu lembaran ini adalah untuk merealisasikan harapan demi harapan yang sebelum ini pernah bersinggah dalam ingatan. Ya, saya ingin mengetahui kejadian-kejadian baru dan hal-hal apa saja yang terjadi di luar sana – dengan lebih cepat, tentunya. Ini adalah harapan, beberapa tahun yang lalu. Dan hari ini, harapan itu membuahkan tetesan permata kehidupan.

Ada informasi baru yang membuat saya tersenyum segera, pun sebaliknya. Salah satunya adalah beberapa jam yang lalu. Saya pengen saja mengulik email bernama “My Surya.” Dan tralalaaaa… saya membaca sebuah nama, beliau adalah dosen ku. Beliau yang beberapa hari yang lalu, saya kirimi sebuah pesan. Mulai dari membentangnya benang-benang harapan di dalam ingatan ini, hingga menitiknya permata kehidupan. Membuat benang-benang tersebut menunduk ke bumi. “Sesungguhnya, pengetahuan kita terhadap suatu hal, hanya Allah Yang Maha Tahu. Siapakah kita yang sesungguhnya? Dalam pandangan-Nya kita berada, hanya pada-Nya kita berserah. Tawakkal ini membuat bungah senyuman pun memekar, segera.

Saya mengirimkan email tanggal 30 November 2012, dari alamat email dengan akun yang biasa saya pergunakan. Berikut isi pesan tersebut. :

Yth

Bapak Bambang Rustandi

di tempat,

Perkenalkan saya Marya Suryani, mahasiswa semester akhir Universitas Sangga Buana, Bandung.

Bermaksud untuk konsultasi tentang judul skripsi yang akan diajukan.  Dengan judul “PENGARUH BIAYA OPERASIONAL, BIAYA  KOMUNIKASI DAN GAJI KARYAWAN TERHADAP  LABA PADA PT. CYBER GERBANG DATA NIRKABEL ERA TANGGUH DI KOTA BANDUNG.”

 

Adapun draft proposal penelitian, terlampir.

Apakah bisa dengan judul tersebut, mohon masukannya Pak?

 

Terima kasih,

-Yani-

Dan tahukah engkau wahai teman? Tadi itu saya terkaget, karena balasan email dari Bapak Bambang adalah ke email yang iseng-iseng saya utak-atik. Ai! Betapa saya ingin segera menyampaikan terima kasih terdalam kepada beliau. Karena dalam pikirku, beliau belum membalas apa-apa. Karena, saya tunggu-tunggu terus menunggu di alamat email yang menjadi jalan sampaikan pesan pada beliau. Dalam hati ku berkelana banyak tanya, salah satunya adalah, “Kok bisa yaaa… balasan email dari beliau masuk ke sini?”

Saya masih belum percaya. Lalu membaca lagi jawaban email dari beliau, dosen ku yang peramah, mudah tersenyum dan saya mengagumi beliau semenjak awal kami berjumpa di Sangga Buana :

terima kasih :

judul Yani adalah :

PENGARUH BIAYA OPERASIONAL, BIAYA  KOMUNIKASI DAN GAJI KARYAWAN TERHADAP  LABA PADA PT. CYBER GERBANG DATA NIRKABEL ERA TANGGUH DI KOTA BANDUNG.”

komentar :

1. apa yang mendasari (alasan) hanya biaya tersebut yang berpengaruh thd Laba,

2. Definisi Biaya Operasional itu apa? biaya-biaya apa saja yang merupakan bagian biaya opersiaonal

3. Mengapa pendapatan tak diikut sertakan? kan Pendapatan sangat berpengaruh terhadap laba?

4. Laba : laba itu bertingat-tingkat : ada Laba kotor, laba Operasi, laba sebelum pajak dan  laba bersih. yang dimaksud Yani laba yang mana?

5. Periode data yang ditelitinya  untuk periode tahun berapa ya.

kalo boleh bapak menyampaikan saran sebaiknya judulnya dipersempit saja menjadi :

Pengaruh Harga Pokok Penjualan terhadap Laba Kotor (studi kasus pada PT cyber Gerbang Data Nirkabel Era Tangguh – Bandung Periode Tahun 2006 sampai dengan 2011).

semoga kita boleh diskusi

bamrus

Dan malam ini, saya baru membacanya. Membaca dengan saksama beberapa pertanyaan yang beliau ajukan sekaligus. Ya, akhirnya saya kembali membaca. Bacaan yang membuat saya bertanya-tanya tentang saran yang beliau sampaikan. Beliau bertanya, kemudian saya memberikan jawaban.

Yth
Bapak Bambang Rustandi
di tempat,
Saya senang dapat melanjutkan diskusi dengan Bapak tentang judul skripsi.

Mohon maaf sebelumnya Pak. Berikut beberapa pendapat yang saya kemukakan:

  1. Adapun hal yang mendasari biaya tersebut diajukan dikarenakan perusahaan bergerak di bidang jasa dan biaya listrik, air, bahan bakar dan biaya perlengkapan seringkali digunakan dalam kegiatan operasional perusahaan.
  2. Biaya operasional merupakan merupakan biaya yang dikeluarkan dalam kegiatan perusahaan untuk memperoleh barang dan atau jasa dalam rangka meningkatkan laba perusahaan. Yang terdiri dari biaya tetap, digunakan tetap dalam jumlah tertentu, biaya variabel yang akan berubah sesuai dengan volume usaha, dan biaya semi variabel yang mengandung unsur tetap dan variabel di dalamnya.
  3. Iya, baik Pak. Terima kasih atas masukannya.  Pendapatan merupakan hal inti dalam memperoleh informasi laba.
  4. Adapun laba yang dimaksudkan adalah laba kotor, Pak. Dari hasil selisih antara pendapatan dan biaya-biaya yang dikeluarkan.
  5. Data yang diajukan untuk tahun 2007 – 2011, Pak, bagaimana, Pak?

Untuk judul yang Bapak sarankan, saya menyukai.

Mohon kiranya Bapak berkenan merestui dan memberi petunjuk selanjutnya. Terima kasih.
Wassalamu’alaikum,
-Yani-

Adapun jawaban tersebut, saya pertimbangkan dengan sungguh-sungguh. Dengan terlebih dahulu mencari beberapa referensi dan pencerahan di dunia maya ini. Ya, agar saya dapat mengetahui apa yang belum saya ketahui. Agar, harapan yang sebelumnya tidak sekadar harapan. Lalu, searching, dech. Di tengah rimba dunia maya, saya seperti kehilangan arah. Saya bingung, saya pun bertanya lagi. Apakah perusahaan jasa mempunyai Harga Pokok Penjualan, yaa? Dalam pikir ini ada jawaban, namun sebelumnya perlu menemukan masukan. Sehingga sampaikan arah tatap ini pada sebuah kalimat yang mengajak mata ini menelusurinya. saya akhirnya melanjutkan detik demi detik waktu yang berikutnya di sini : Apakah Laba Rugi Perusahaan Jasa Ada Harga Pokok Penjualannya? | Jurnal Akuntansi Keuangan.

班底内区 Pantai Dalam, Kuala Lumpur
班底内区 Pantai Dalam, Kuala Lumpur (Photo credit: Tianyake)

Setelah membaca referensi, menemukan beberapa referensi, jawaban pun saya kirimkan teruntuk beliau, dosen. Bismillaahirrahmaanirrahiim, dan apa yang terjadi? Pesan terkirim dengan sukses dan lancar, karena koneksi sedang baik hati. Ya Allah, semua ini demi masa depan yang lebih baik. Mudahkanlah dan berkahi ya Rabb.

Beberapa menit kemudian, saya memeriksa email. Alhamdulillaahirabbil’alamin, beliau ternyata sedang online saat ini. Sehingga dengan tidak perlu menunggu beberapa hari, saya pun mempunyai harapan lagi. Harapan ini perlu semakin bersemi, bisik hati ku. Kita bisa, Insya Allah.

Saya berpikir yang baik-baik saja. Semoga beliau dapat menjadi jalan terang menuju ranah cita. Dengan harapan, segalanya mudah dan dapat selesai dengan indah. Aaamiin ya Rabbal’alamiin. Banyak doa yang mengikuti langkah-langkah ini, pun mengharapkan kelancarannya. Lalu, bagaimana kalau saya tidak akan semangat lagii? Sedangkan perjuangan adalah kumpulan dari titik-titik harapan. Dan setelahnya, mengalirlah kesuksesan yang diimpikan. Semoga tidak hanya impian, teman. Mari, kita belajar memahami keadaan. Let’s memetik hikmah dari setiap keadaan.

Kemudian, Bapak Bambang mengirimkan pesan:

“dik surya … kalo boleh hari jum’at ba’da maghrib kita diskus di kampus 3 ya… mohon di print out proposalnya.
ada beberapa hal yang perlu disampaikan ke dik surya.

mohon ingatkan bapak di no 081931423xxx
thanks a lot
regard
bamrus”
***
Yth
Bp Bambang Rustandi
di tempat,

Iya, baik Pak.

Terima kasih atas kesempatan yang Bapak berikan.
Untuk proposal yang akan di print out dengan judul yang sebelumnya atau judul sesuai saran dari Bapak,?
Terima kasih,
-Yani-
***
agar bisa bapak jelaskan sebaiknya ke dua duanya di print out saja ya….
***
Yth
Bp Bambang Rustandi
di tempat,
 
Iya, baik Pak.
 
Terima kasih,
-Yani-

 

Kemudian, saya perlu mengingat perjanjian ini. “Semoga kita ingat.. ingat… ingat.. untuk mengingatkan beliau. Aamiin,” bisik hati ini. 

Lalu, kami pun mampir di sini untuk menitipkan beberapa baris kalimat. Sebagai salah satu bukti perjalanan diri dalam menyelesaikan skripsi. Ini memang untuk yang pertama kalinya. Dan pasti ada grogi. Xixixii. Saya berniat untuk dapat lulus Januari 2013. Dengan konsekuensi, belajarnya perlu lebih sering dan rajin lagi. Karena saya pun pernah membaca sebuah buku motivasi dengan tema skripsi. Di dalam buku tersebut dijelaskan tentang tips dan trik menyusun skripsi dalam jangka waktu 30 hari. Ai! Saya dengan optimis dapat menjalani. Wallaahu a’lam bisshawab. 
Ada senyuman Ibunda dan Ayah yang menari-nari di dalam ruang imajinasi. Beliau tersenyum dan segera menunaikan nazar. Karena Ibunda memesankan, bahwa Ibunda mempunyai nazar atas kelancaran saya dalam menempuh masa pendidikan di kota ini. Lalu, apakah nazar yang saya titipkan pada sekeping hati ini?
“Saya ingin menjadi donatur, untuk lembaga sosial yang sedang dikelola oleh salah seorang teman yang saya kenal melalui dunia maya ini. Dan beliau adalah sahabat berbagi. My.”
Hari ini kita mungkin saja sedang berimajinasi. Saat ini bisa jadi kita sedang berdiskusi. Dan tidak dapat kita prediksi, kapan imajinasi dapat kita jalani. Dan bagaimanakah hasil diskusi nanti dengan beliau, dosen pembimbing skripsi?
Saya masih menanya, untuk saat ini. Dan setiap pertanyaan pasti ada jawabannya. Hanya Allah Yang Maha Tahu segalanya. Namun demikian, sebagai hamba-hamba-Nya yang peduli dengan diri, baiklah kita memberikan yang terbaik terhadapnya. Salah satunya adalah dengan melakukan apa saja yang dapat menjadi jalan sampaikan ia pada cita tertinggi. Cita yang sebelumnya mungkin pernah kita rangkai dalam ruang pikiran. Atau baru saja kita titipkan pada sudut hati. Dan apa yang kita lakukan saat ini, merupakan bukti atas ketulusan hati dalam memberikan kesempatan kepada diri untuk melakukan yang terbaik.
Terangilah hari-hari dengan pikiran yang positif. Dengan demikian apapun yang kita lakukan pun mendekati ke arah yang positif. Walaupun belum sepenuhnya melekat erat, setidaknya kita sedang berusaha dengan sungguh-sungguh. Benar dapat kita saksikan dalam perjalanan kehidupan ini. Bahwa para pejuang sejati, bukanlah ia yang mudah saja bermimpi dan mengalirkan imajinasi. Namun, segera mengaplikasikannya dalam berbagai kondisi. Baik dalam keadaan sendiri, maupun dalam jamaah yang lebih luas cakupannya.
Dan sudah sampai di manakah kita saat ini?
Baiklah kita bertanya pada diri sendiri, tentang langkah-langkah kaki. Apakah ia masih sedang berkecimpung dengan lingkungannya saja? Ataukah sudah sedang berusaha untuk menantang diri sendiri dan membuktikan bahwa ia sebenarnya mampu mengukir prestasi melebihi apa yang ia pernah imajinasikan. Apakah ia sedang menyusuri jalan menuju  zona penuh dengan bukti-bukti dan bukan lagi hanya imajinasi?
Nama havardii
Nama havardii (Photo credit: Gravitywave)

Bersama melangkah di jalan yang saat ini sedang kita pilih, adalah salah satu bukti kebersamaan di bumi. Adapun saling mendoakan ketika sedang berjauhan raga, merupakan bukti bahwa kita terus saling mengingat dan mengingatkan satu sama lain. Karena tidak selamanya kita berjalan dalam sendiri. Ada banyak sahabat di luar sana yang juga sedang berjuang dengan sepenuh hati. Dan hendaknya kita dapat bercermin dari kondisi dan situasi.

Skripsi ini untuk satu-satunya. Dan ia adalah yang pertama pun terakhir. Lalu, kesan seperti apa yang sedang kita rangkai dalam menciptanya? Apakah kita berani untuk membuktikan bahwa kita sedang berjuang untuk memberikan yang terbaik??
Rabbisshrahli shadri wayassirli amri wahlul ‘uqdatam millisaani wa yafqahu qauli. 
Ya Allah lapangkanlah dadaku, mudahkanlah pekerjaanku (urusanku), dan lancarkanlah lidah ku, agar mereka faham pembicaraan ku.
Aamin ya Rabbal’aalamiin.
Laahaula walaaquwwata illaabillaahil’aliyyul’adziim. Sungguh dalam melangkah, kita memerlukan bimbingan. Dan tidak ada bimbingan selain bimbingan-Nya yang kita harapkan. Karena hanya kepada Allah harapan tertinggi kita tautkan. Semoga damai senantiasa hati mu, teman. Teruslah berjuang. Jalan masih membentang. Ada kesegaran di sekitar kalau kita mau memetik hikmah di dalamnya.
Nama carnosum
Nama carnosum (Photo credit: Gravitywave)
Banyak wajah yang akan tersenyum dengan keberhasilan kita. Namun, ada yang tersenyum dengan lebih ringan pada saat yang sama. Sekepinghati. Ia pun tersenyum buat kita yang mensenyuminya dalam menempuh proses menuju cita terbaik.
🙂🙂🙂

2 thoughts on “Wallaahu a'lam bisshawab

  1. Dik Surya semoga sehat wal afiat…penuh keberkahan hidup…
    Bapak baca tulisan dik Surya….meni terharu.

    Salam untuk keluarga

    Like

    1. @ Bambang Rustandi,🙂 Alhamdulillah, sehat wa’afiat.🙂
      Heheee, assyiik, Bapak mampir bertambaah semangat kami😀

      Semoga Bapak dan keluarga besar juga sehat selalu, dalam kondisi prima dan penuh senyuman dalam hari-hari, aamiin…

      InsyaAllah, salam Bapak akan disampaikan buat keluarga.

      “Terima kasih banyak ya Pak, untuk kunjungan dan doa terbaik nya. Semoga Allah membalas semua kebaikan Bapak. Mohon bimbingannya selalu ya, Pa…”

      Like

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s