Dari Ruang Kosong

Dari Ruang Kosong

Ruang kosong,
di sini kita pernah bersama,
dari ruang kosong ini, kita pernah mencipta cita yang hebat!

“Aku ingin melihat perubahan-perubahan yang terjadi di luar sana,” engkau berbisik kepada ku, di sela-sela aktivitasmu.

“Aku juga, ingin ikut dengan mu,” tanggap ku terhadap mu.

Kemudian kita mengikat janji bersama. Kita ingin sama-sama selamanya. Kita ingin mengetahui pesona alam. Dan dari ruang kosong ini pula kita dapat menjumpa sahabat yang lainnya. Sahabat yang berasal dari negara yang berbeda. Sahabat yang kita sapa dan menyapa kita. Bertemu di dunia maya, bersama beliau semua. Dan kita bahagia, dapat mengenali beliau di sana.

Kini, ruang ini masih kosong. Namun kita tidak ingin membiarkannya kosong begitu saja, bukan? Aku menatap mata mu nan berbinar, menanya dan meminta jawaban. Engkau yang sedari tadi sedang asyik dengan diri mu sendiri, segera mengangkat wajah. Engkau menggerakkan dua alismu terlebih dahulu, kemudian menarik dua ujung bibir ke kiri dan kanan secara bersamaan. Engkau mensenyumi ku. Senyuman yang aku sangat akrab dengannya. Kemudian, engkau pun merubah posisi duduk mu. Engkau bergeser agak ke kanan. Lalu, mempersilakan ku duduk tepat di sisi kiri mu. Kebetulan di dekat mu memang ada dua kursi. Yang satu sudah engkau duduki. Sedangkan yang satu lagi masih kosong, ternyata. Maka, dengan isyarat mata mu engkau mempersilakan ku duduk di kursi yang masih kosong.

Kini, aku sedang duduk di sampingmu. Kita sedang berada di satu ruang. Ruang yang kini tidak lagi kosong. Karena ada kita berdua.

Masih tanpa bicara, engkau menghadiahkan pada ku senyuman yang berikutnya. Senyuman terindah yang aku tahu. Dan aku melihat mu sangat ringan ketika mengukirnya. Benarkah? Memang engkau sedang dalam kondisi seperti yang aku lihat, teman? Engkau sangat tenang. Engkau sedang dalam kedamaian. Sehingga aku ingin terus menyaksikan mu dalam suasana yang sama. Maka, aku pun duduk manis memperhatikan mu. Aku senang berada di ruang ini, bersama mu. Engkau yang beberapa menit kemudian, aku lihat asyik dengan kesibukan mu.

Engkau menekan tombol-tombol yang aku tahu, itu keyboard, kannn? Aku menjadi tahu, karena engkau memang pernah mengenalkannya pada ku dulu. Sudah lama, memang. Namun aku masih ingat. Oia, kita belajar waktu sama-sama berada di laboratorium kan? Ya, saat kita masih berada di jenjang pendidikan kejuruan. Itulah saat pertama kali kita mengenal internet. Alhamdulillah… Aku bersyukur dapat menempuh pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan, bersama mu teman. Kita pun belajar dengan sungguh-sungguh.

Aku masih ingat, ketika itu engkau pernah menitipkan sebait kalimat di telinga ku, “Aku ingin belajar mengirim e-mail.”

Aku bilang, “Silakan saja.”

Dan akhirnya engkau pun benar-benar bisa mengirim pesan dengan e-mail. Tentu saja setelah beberapa tahun kemudian. Ya, setelah kita sama-sama lulus dari SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) di kampung halaman tercinta.

Kini, engkau sedang bertukar bahasa dengan teman-teman mu di luar sana. Engkau benar-benar bahagia. Ah… Mimpi mu benar-benar menjadi nyata, teman. Aku turut berbahagia. Maka aku pun senyum-senyum melihat engkau yang sedang serious sangat.

Engkau terus menekan tombol-tombol yang sedang berbaris satu persatu. Sedangkan aku, menemani mu di sisi. Always…

🙂🙂🙂

Engkau yang awalnya satu. kini tak lagi begitu. Ada yang senantiasa bersamamu dalam melangkah. Buka mata, lalu melihatlah. Optimalkan fungsi telinga, lalu mendengarlah. Raba hati, lalu rasakanlah apa yang sesama rasakan. Indera penciuman, ada pada hidungmu. Pedulilah pada lingkungan. Ada kulit yang membentang luas pada dirimu, itulah alam.
Renungkanlah…”

~ Marya Sy ~

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s