Hingga akhirnya, kita akan bertemu dengan jodoh masing-masing. Untuk menjadi teman dalam melanjutkan perjalanan di dunia ini. Terima uluran tangannya yang datang untuk merengkuh jemari, lalu tersenyumlah bersamanya. Karena mungkin saja ia sedang menunggu engkau tersenyum terlebih dahulu. Karena ia menghargaimu.Bisa saja ia adalah seorang yang selama ini telah engkau kenali dengan baik. Boleh jadi ia adalah seorang yang sangat asing bagimu. Maka, tingkatkanlah rasa percaya mu, pada-Nya. Kepercayaan yang turut engkau alirkan sepenuhnya pada beliau yang akan menjadi bagian dirimu dalam masa-masa yang berikutnya. Karena dengan keyakinan yang kuat dan kepercayaan yang engkau eratkan, maka engkau mau dan berani untuk menemuinya.Silakan melanjutkan langkah-langkahmu yang berikutnya bersama beliau yang telah memilihmu, teman. Selamat menempuh hidup yang baru, yaa. Doakan aku juga, agar dapat mengalami episode yang sama, sebagaimana engkau. Tidak usah memberitahukan aku tentang hal ini, karena doa terindah dan terikhlas yang engkau alirkan dari nada lirih suaramu senantiasa sampai padaku, yakinlah.  Meskipun suara mu tidak terdengar sama sekali oleh ku, sekalipun. Namun aku berusaha untuk memahaminya. Hingga terbawa ke alam mimpi ku pada malam hari yang pekat. Dan aku akan melanjutkan mimpi tersebut ketika pagi telah menjelang, dengan cara menceritaimu. Agar engkau pun tahu bahwa doa-doamu sampai pada ku. Kemudian aku rangkai senyuman yang lebih indah bersama pertemuan kita. Senyuman sebagai wujud ungkapan terima kasih yang aku ingin sangat menyampaikannya padamu, directly. Akan tetapi, karena kita belum berkesempatan jumpa dalam tatap mata, maka aku pun menuliskannya di sini, yaa.Teman, pada hari bahagia mu, ingin sangat aku berada di sisi mu. Untuk mendampingi dan menjadi seorang ‘best man’ for you, friend. Sebagai salah satu bentuk jalinan persahabatan di antara kita.

Boleh, yaa…?!

🙂🙂🙂

Engkau yang awalnya satu. kini tak lagi begitu. Ada yang senantiasa bersamamu dalam melangkah. Buka mata, lalu melihatlah. Optimalkan fungsi telinga, lalu mendengarlah. Raba hati, lalu rasakanlah apa yang sesama rasakan. Indera penciuman, ada pada hidungmu. Pedulilah pada lingkungan. Ada kulit yang membentang luas pada dirimu, itulah alam.
Renungkanlah…”

~ Marya Sy ~

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s