Pagi ini…

Aku sedang asyik dengan aktivitas yang sedang ku jalani. Hari ini aku memang menjalani aktivitas di rumah saja. Karena kebetulan, libur.😀 So, aku dapat mampir ke sini, lagi. Xixii. Untuk menitipkan suara hati, salah satu tujuannya. Trus, untuk berbagi juga, berbagi tanya, lalu terkadang aku menjawab sendiri. Karena aku tidak ingin berlama-lama dalam pertanyaan yang memenuhi ruang pikir. Dalam keasyikan yang aku jalani, tiba-tiba aku mencium aroma melati.  Ya, aku mencium aroma bunga melati, khas dan wangi!

Lama kelamaan aroma tersebut semakin jelas. Semerbak, memenuhi ruangan di mana aku sedang berada. Aku yang awalnya duduk manis di depan lepi, segera bergerak. Lalu aku bangkit dan kemudian berdiri. Aku mencari-cari ke sekeliling ku. Seraya bertanya di dalam hati, karena pada saat ini aku sedang sendiri, “Dari manakah sumber wangi ini berasal?.” Sehingga aku tidak dapat menanya pada siapa pun. Aku mengitari sekitar. Mulai dari tepi pintu, ke sudut-sudut ruangan, hingga ke bagian luar dan menuju halaman. Padahal, tidak ada kebun melati di tempat aku berada kini.

Aku masih penasaran dengan aroma ini. Tidak ingin berbalik ke tempat ku berada semula, karena aku ingin memberikan jawaban pada tanya hati. Namun, aku masih belum menemukan sumber aroma bunga melati, walaupun sudah berkeliling ke sekitaran. Akhirnya aku pun pasrah dan menyerah. Dan kembali lagi ke tempat ku berasal. Eits! Aroma yang sama semakin jelas saja. Kuat dan menusuk hidungku yang berusaha menemukan jejak-jejak kelopaknya yang mungkin saja sedang bertaburan, entah di mana.

Aku penasaran. Akibatnya, aku tidak dapat berkonsentrasi untuk merangkai kalimat di sini. Karena aroma melati telah memenuhi ruang imajinasi ku. Aroma semerbak yang aku sangat suka. So, aku titipkan beberapa baris kalimat di sini, sebagai duplikat. Bahwa pada saat aku sedang menjalani aktivitas di sini, ada aroma semerbak yang ‘mengusik’ ku.

Wahai, ke mana aku akan mencari sumber aroma tersebut? Aroma yang tidak terlihat oleh mata yang memandang, namun ia ada. Ia membuatku bertanya. Tanya yang untuk saat ini, aku belum dapat memperoleh jawabannya. Padahal, aku sangat ingin mengetahuinya.

Atau… ini hanya perasaan ku saja????

Ferreirinha-serrana // Alpine Accentor
Ferreirinha-serrana // Alpine Accentor (Photo credit: jvverde)

Ataukah… telah datang dan mendekat padaku seorang yang sangat asing, dan kehadirannya adalah untuk pertama serta terakhir kalinya padaku? Orang asing yang telah Allah janjikan, bahwa masing-masing kita akan didatangi oleh pencabut nyawa, bernama malaikat Izrail.

Aku sangat takut saat bertemu dengan orang asing. Namun kalau orang asing tersebut adalah malaikat maut, maka, tolong akrab kan kami segera. Karena yang datang menemui ku adalah malaikat-Mu. Ia yang menjadi jalan bertemu Engkau dan Aku ya Rabb.

Ya Allah… kapan pun Engkau mengambil nyawa ku, ambil lah ia dengan sebaik-baik keadaan. Dalam kondisi terbaik dan cara yang mudah. Agar jiwa dan raga kami dapat saling menebarkan senyuman, saat kami akan berpisah. Aamiin ya Rabbal’alamiin.

Aku rindu akhir kehidupan, husnul khatimah…

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s