New Smile
New Smile

Alhamdulillaahirabbil’alamiin…

Masih dapat tersenyum dan tertawa pagi ini, ku bahagia. Betapa tidak dapat ku bayangkan, bagaimana kondisi ku keesokan hari, pada hari kemarin. Ya, demam tinggi yang menyerang raga ku, membuat dunia seakan berakhir.  Betapa aku seperti kehilangan harapan. Namun, aku berusaha untuk membuat diri ini kembali bangkitkan jiwa. Walaupun raga sesungguhnya tidak lagi berdaya.

Dalam rehat panjang ku, hanya tersisa beberapa buah ingatan saja. Ingatan yang segera menuju pada hari-hari yang pernah aku jalani. Ingatan yang menjadi jalan tersenyum ku. Ingatan yang membuat jiwa ku ingin hidup lebih lama lagi. Dan ingatan tersebut membawa ku ke kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya.

Berulang kali aku mengusahakan agar mata ini kembali mau membuka. Setelah sekian lama ia ingin menutup saja. Berulang kali pula aku bergiat untuk mengajak raga, agar ia segera bergerak, bangkit dan melangkah. Karena aku masih ingin menempuh hari-hari terindah dalam perjalanan kehidupan ini. Aku masih ingin berjumpa dengan beliau-beliau yang belum pernah aku jumpai sebelumnya. Aku ingin bersama dengan beliau-beliau yang selama ini bersama dengan ku, dan kini kami berjarak raga untuk sementara. Aku masih ingin melanjutkan cita ku yang belum tercapai. Aku masih ingin membuktikan bahwa aku pernah ada di dunia ini. Kemudian, aku pun bangkit dari rehat panjang ku.

Pagi ini, aku membuka folder-folder lama, berisi kisah dalam perjalanan ku. Aku mengemas waktu sedemikian rupa, agar aku kembali semangat saat ini. Aku baca kisah tentang perjalanan banyak orang-orang sukses. Aku membuka lembaran catatan ku yang dulu. Lembaran yang menjadi jalan sampaikan ku pada hari ini. Karena aku yakin, keadaan ku saat ini adalah sangat erat kaitannya dengan hari-hari yang pernah aku jalani. Aku masih ingin menjumpai para sahabatku yang menjadi jalan tersenyum nya wajah ini dengan lebih indah. Akhirnya sampailah tatapan mata ini pada selembar potret jaman dahulu. Tahun 2009, tanggal 30 November aku pernah menitipkan di sini. Hahaa..!!😀 Aku tertawa segera, ketika mata ini tertuju padanya. Aku pun melanjutkan senyuman di dalam hati.

Lalu, aku pun membayangkan wajah-wajah para sahabat yang sedang berekspresi. Senyuman tersebut, sangat khas. Spontan! Benar-benar original. Ai! Teman, bagaimana kabarmu hari ini? Setelah sekian lama kita belum lagi dapat bersama, tentu telah banyak perubahan yang engkau alami, yaa. Bertambahnya ilmu pengetahuan, semakin menggunungnya pengalaman, semoga menjadikan engkau pribadi-pribadi yang penuh dengan ekspresi. Ya. Seperti saat ini.

Aku, belum dapat menatap wajah-wajahmu lagi, hari ini. Begitu pula dengan engkau. “Ro!;Lara;Intan;Gun;Iis;Lisbeta;Tari;Siti;Tya;Citra;Dede;Mey;Eni;Teteh;Iyun;Titih;Ima, dan yang lainnya, yang tidak tertangkap kamera, mana yaaa..” Terima kasih atas ekspresi nya. Ekspresi mu teman-teman, yang sempat kita abadikan, kini menjadi jalan tersenyum ku. Ya, sungguh.

***

Masa-masa yang telah berlalu, tidak dapat kita mengulang lagi. Ya, karena masa-masa tersebut telah berlalu. Sedangkan hari ini, saat ini tepatnya, ketika kita masih ada, maka ia akan menjadi satu lembar yang akan kembali kita kenang, pada suatu hari nanti. Apakah yang saat ini sedang engkau jalani wahai teman?

Walau bagaimana pun kondisi yang sedang engkau alami,  berjalanlah dalam waktu-waktumu yang saat ini, dengan tenang. Dalam aktivitas mu pun demikian, lakukanlah dengan penuh semangat. “Tetap semangat! Dan antusias.” Agar, ia menjadi jalan tersenyum nya engkau lebih indah lagi, setelah ia berlalu.

***

Aku merasa lebih segar dan lebih baik, sekarang. Ini berarti, aku sudah siap untuk melanjutkan aktivitas pada hari ini, dengan semangat!. Karena aku ingin hari-hari ku menjadi jalan sampaikan aku pada tujuan, maka aku pun mencipta satu dua jejak senyuman di setiap kalimat yang tercipta. Dan inilah senyuman ku pada hari ini.🙂 Senyuman terindah yang aku cipta buat kenang-kenangan. Semoga bukan senyuman yang terakhir. Namun, kalau memang senyuman ini yang terakhir, semoga engkau berkenan untuk melanjutkan senyuman ku.

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s