Mensyukuri harapan yang saat ini sedang kita jalani

Mensyukuri harapan yang saat ini sedang kita jalani

Happy New Year, Sobat…

Pada malam yang berbahagia ini, ingin ku kabarkan padamu tentang aktivitasku saat ini. Ngapain aja yaa…?! Tepatnya pada malam pergantian tahun ini. Yang jelas, aku sedang tidak sendiri lagi, seperti malam-malam yang sebelumnya. Karena dalam kesempatan terbaik ini, aku sedang dalam perjalanan menuju sebuah tempat. Ya, ke sebuah lokasi, aku sedang menuju saat ini.

Masjid Pusdai adalah lokasi yang aku maksudkan. Karena, aku beserta beberapa orang sahabat termasuk Siti Mylovely Neighbour, sudah menjadualkan untuk ketemuan di sana. Karena ada beberapa hal yang ingin kami peroleh ketika nanti berada di Masjid Pusdai. Salah satunya adalah demi menemukan ‘yang berjenggot tipis’, ahihihii… (Sebenarnya ini adalah rahasia kami, khususnya aku). Namun, bagiku impian bukanlah rahasia. Karena dengan memberitahukannya pada lebih banyak pihak, maka semoga lebih banyak yang turut mendoakan agar dapat tercapai.

“Kalau impian kami terlalu tinggi, semoga ada yang dapat membantu kami dalam merengkuhnya. Kalau terlalu jauh dari kenyataan, semoga ada sarana / kendaraan tercepat yang bersedia menyampaikan kami pada tujuan tersebut.”

Impian Siti tahun ini: Dapat pekerjaan, mempunyai suami-dipertemukan dengan jodoh di dunia ini, untuk bersama-sama hingga ke akhirat nanti.

Itulah diantara impian yang Siti ungkapkan, saat aku sempatkan bertanya pada beliau. Serentak kami memangku ke dua telapak tangan menadahkannya seiring dengan keharuan yang menjadi musik jiwa. Aamiin ya Rabbal’alamiin.

Tidak jauh berbeda dengan Siti, impianku pun serupa. Namun aku mempunyai impian lainnya yaitu: dapat menyelesaikan pendidikan di Sangga Buana, dalam triwulan pertama tahun 1434H. Lalu, melanjutkan perjalanan kehidupan yang berikutnya. Mungkin saja tidak lagi di kota ini, Bandung. Atau bisa juga masih di sini.

“Kita tidak pernah tahu dan mengetahui dengan pasti tentang apa yang akan kita lakukan esok hari. Sekalipun kita telah merencanakannya dengan baik semenjak awal. Oleh karena itu, teruslah bergerak. Bergeraklah. Agar kita menjadi pribadi yang dinamis. Pribadi yang siap menjalani hari esok dengan pikiran positif. Bersama mari melangkah, wahai diri-diri yang satu. Karena kita tidak lagi satu, saat kita bersatu.”

🙂🙂🙂

Anggun

Anggun

Engkau yang awalnya satu. kini tak lagi begitu. Ada yang senantiasa bersamamu dalam melangkah. Buka mata, lalu melihatlah. Optimalkan fungsi telinga, lalu mendengarlah. Raba hati, lalu rasakanlah apa yang sesama rasakan. Indera penciuman, ada pada hidungmu. Pedulilah pada lingkungan. Ada kulit yang membentang luas pada dirimu, itulah alam.
Renungkanlah…”

~ Marya Sy ~

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s