Sedikit ada selubung kesedihan di hati ku, saat ini. Tepatnya beberapa jam terakhir. Yah. Bermula semenjak Siti MyNeighbour menyapaku. Beliau tidak datang ke hadapanku dengan wajah yang penuh senyuman. Namun melalui rangkaian kalimat yang beliau susun dengan baik. “Pamitan”. Walaupun beliau telah merangkai para kalimat dengan sebaik-baiknya, namun sempat menyentuh hatiku. Ya, sesudut hati ku terkena sentuhan ujung titiknya yang runcing. Terluka sedikit, namun luka itu tidak mengalirkan darah. Hanya saja, air mata yang mengalir segera. Aliran yang ku coba bendung agar tidak tumpah di pipi. Dan aku sukses! Yes!

Siti…
wahai mylovely neighbour. Benar yang engkau sampaikan tadi, bahwa kita telah bersama selama lebih dari 6 (enam) tahun lamanya. Ai! Angka yang tidak sedikit yach, untuk kebersamaan kita. Walaupun demikian, pada akhir kebersamaan ini, aku tidak menamainya perpisahan. Hanya ku anggap sebagai episode berjaraknya raga untuk sementara. Sehingga, kita tidak perlu menangis menitik air mata saat ini. Hehee…

Siti…
Meski kita ‘mungkin’ saja tidak akan lagi bertatap mata sebagaimana biasanya, -begini kiasan makna dari kalimat yang beliau sampaikan padaku-, namun masih ada kesempatan untuk kita bersua dan bersama kapan saja. Ya, dalam doa kita saling bertukar suara, saling menyapa, saling mengingat, yaa.

Siti…
“Saat ini, lagi apa?,” tanyaku pada beliau di sela-sela pertukaran kalimat kami, tadi.

“Lagi baringan aja,” jawab Siti.

***

Ehem.
Satu kata ini adalah salah satu ekspresi Siti yang aku ingat saat ini. Ekspresi yang beliau pasang pada nada suara sebelum menyapaku. Dalam banyak kesempatan, aku memperhatikan. Hingga saat ini pun melekat erat dalam ingatan. Meskipun kami tidak sedang berhadapan.

Begitulah kalau kita berteman. Sekalipun tidak sedang bertatap mata dalam nyata, namun akan ada ciri khas teman yang kita ingat, yaa. Dan semoga ingatan seperti saat ini, kembali hadir menyegarkan ruang pikir terhadapmu myneighbour. A! I will miss you, Nduk…?!

Siti…
Beliau sesosok muslimah yang menjadi salah seorang guru ku dalam hari-hari. Guru yang secara tidak langsung meneladankan pada ku tentang berbagai cara dalam menjalani aktivitas. Beliau mengajarkan ku bagaimana cara go ahead, yaitu dengan berpindah ke lokasi baru. Oke Siti, see you…

🙂🙂🙂

Engkau yang awalnya satu. kini tak lagi begitu. Ada yang senantiasa bersamamu dalam melangkah. Buka mata, lalu melihatlah. Optimalkan fungsi telinga, lalu mendengarlah. Raba hati, lalu rasakanlah apa yang sesama rasakan. Indera penciuman, ada pada hidungmu. Pedulilah pada lingkungan. Ada kulit yang membentang luas pada dirimu, itulah alam.
Renungkanlah…”

~ Marya Sy ~

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s