Sunrise

Sunrise

Dari senyuman yang memancar pada wajahnya terlihat bahwa ia adalah pribadi yang penuh dengan inspirasi. Ketika tersenyum saja ia menunjukkan potensi, bagaimana kalau ternyata ia bersikap dan mengaplikasikan dalam keseharian, yaa.

Akan tenang sesiapa yang ada bersamanya. Betah berlama-lama di sisinya. Serasa bersama sahabat sejati saat menjalani waktu bersamanya. Karena memang ia adalah sosok yang selalu dihargai karena kesejatiannya.

Tidak perlu jauh-jauh menjelajah hingga ke ujung negeri untuk dapat menemuinya. Hanya perlu mengintrospeksi diri terlebih dahulu, lalu bertanya, “Apakah senyuman yang aku tebarkan pada wajah ini dapat menjadi jalan tersenyumnya siapa saja yang sempat menyaksikannya? Ataukah…”

Apabila jawaban yang kita peroleh adalah ‘iya’, maka ucapkanlah selamat padanya. Seraya mensenyuminya lebih indah dalam detik-detik yang akan kita temui setelah saat ini. Namun kalau jawabannya belum sesuai dengan apa yang kita harapkan, maka belajarlah lagi. Telusurilah sudut-sudut jalan yang sedang membentang, lalu temuilah wajah-wajah penuh senyuman. Sapalah mereka kemudian ambillah hikmah, pesan dan kesan sepanjang waktu engkau bersama mereka. Insya Allah, waktu yang sangat berharga ini akan engkau lalui dengan nuansa yang berbeda dari biasanya.

Senyuman sedamai nuansa pagi akan melekat pada pribadimu. Sehingga engkau menjadi nyaman dengan dirimu sendiri.

Kalau bersama dirimu saja engkau ga betah, bagaimana dengan oranglain? Karena engkau dan dirimu adalah bagaimana cerminan orang lain terhadapmu.

Tidak ada cara lain yang dapat engkau lakukan, kecuali tersenyum padanya lebih awal. Sebelum engkau tersenyum pada dunia.

So, sudahkah engkau tersenyum hari ini?

🙂🙂🙂

Engkau yang awalnya satu. kini tak lagi begitu. Ada yang senantiasa bersamamu dalam melangkah. Buka mata, lalu melihatlah. Optimalkan fungsi telinga, lalu mendengarlah. Raba hati, lalu rasakanlah apa yang sesama rasakan. Indera penciuman, ada pada hidungmu. Pedulilah pada lingkungan. Ada kulit yang membentang luas pada dirimu, itulah alam.
Renungkanlah…”

~ Marya Sy ~

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s