Push then perfect

Push then perfect

Aku mengantarmu bermain Pump, today. Ai! Kok bisa, yaa? Haha.😀

Menjadi penonton yang baik dalam permainan ini, aku suka. Ya, karena aku memilih demikian. Akan tetapi, setelah ku hayati peran yang engkau tampilkan, sepertinya asyik juga kalau aku ikut berperan. Wahoo!

Hup!

Hup!

Melangkahkan kaki ke kiri dan ke kanan, ke kanan, kiri dan kiri lagi. Sesekali mengarah ke belakang. Itu yang aku perhatikan baru saja.
Lalu, hup! Engkaupun melompat. Mengikuti nada-nada yang berdentum, silih berganti. Awalnya agak pelan, kemudian berubah lebih cepat, cepat, dan cepat sekali.

“Ahahaa..😀😀😀,” aku pun tertawa lepas.

Dalam pikirku melanjutkan tawa, setelah bibirku kembali mengatup.

“Perlu latihan lebih sering nichhh,” bisikku di dalam hati.

Hohoho, pengalaman yang indah dan mengesankan, bagiku khususnya. Dari permainan ‘Pump’ pun kita dapat mengambil buah-buah pesan, diantaranya:

1. Tertawalah selagi engkau pengen tertawa.

2. Sekali-kali cobalah untuk melakukan apapun yang belum pernah engkau lakukan. Karena boleh jadi, dari percobaan tersebut engkau menjadi ketagihan. Akhirnya terbiasa dan menjadilah luar biasa bersamanya. Lalui dengan latihan terus menerus hingga engkau menyempurnakan apa yang telah engkau coba. Semoga kebahagiaan menyertai detik waktumu yang berikutnya.

3. Senangilah apapun yang sedang engkau lakukan saat ini. Dengan demikian engkau dapat menikmati detik waktumu yang sangat berharga.

4. Saat ini tidak akan pernah terulang lagi. Waktu yang ada perlu lebih berarti. Hanya kerjakan segala hal dengan sepenuh hati, yaa.

5. Persahabatilah dirimu dengan persahabatan terbaikmu. Lakukan apa yang membuat ia segera merengkuhmu lagi. Berlatihlah terus bersamanya. Hingga engkau benar-benar menyenanginya.

6. Apapun yang engkau lakukan, berharga. Walaupun menyenangkan hati seorang sahabat.

Aku akan ingat saat-saat terindah seperti ini, bersamamu teman. Teruslah berlatih. Eits? Latihan demi kebugaran raga, hati dan pikiran, tentunya yaa. Seperti halnya yang engkau lakukan, begitu pula denganku. Aku berlatih dan terus berusaha untuk melatih diri, hati dan pikirku agar ia dapat tersenyum lebih indah.

🙂🙂🙂

Engkau yang awalnya satu. kini tak lagi begitu. Ada yang senantiasa bersamamu dalam melangkah. Buka mata, lalu melihatlah. Optimalkan fungsi telinga, lalu mendengarlah. Raba hati, lalu rasakanlah apa yang sesama rasakan. Indera penciuman, ada pada hidungmu. Pedulilah pada lingkungan. Ada kulit yang membentang luas pada dirimu, itulah alam.
Renungkanlah…”

~ Marya Sy ~

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s