Ya

Ya

Walaupun berhari raya jauh dari keluarga, kami perlu tetap tersenyum cerah ceria. Karena kami yakin, esok kan lebih indah. Biarlah… Kini mengalah, untuk senyuman yang terus merekah. Kami yakin, pasti ada hikmahnya di balik yang terjadi dan kami jalani.

Ada Sha Sha, Catchy dan Boncu. Wahoo! Kebersamaan yang mengingatkanku pada hari-hari yang mewah dan pada suatu saat akan menjadi kenangan. Ya, ketika aku, Sha Sha dan Boncu serta Catchy tidak lagi berada di bawah atap yang sama. So, walau bagaimanapun suasana yang kami alami saat ini, semoga berbuah kisah untuk menjadi bahan sejarah. Yah, this is one of my life history, tentunya.

Merayakan hari Idul Adha dengan mengabadikan beberapa aktivitas yang kami lakukan, tentu dapat melipur hati yang senyatanya inginkan pertemuan dengan anggota keluarga tersayang. Oleh karena itu, kami tidak mau terbawa suasana. Kami hanya ingin membuktikan bahwa kami mampu menjalani dengan baik.

Sebagaimana halnya Catchy yang tanpa suami di sisi, begitu pula halnya dengan kami. Kalau Catchy, jelas-jelas sudah mempunyai ‘suami’. Sedangkan kami, hingga detik ini masih ‘sendiri’ merenungi arah perjalanan diri. Akankah tahun ini merupakan detik-detik terakhir kami menjalani hari-hari seperti saat ini? Ataukah… Wallaahu a’lam bish shawab. Yang pasti, dengan segala yang kami alami, kami terus berusaha mengenal diri. Ya, mengintrospeksinya lebih sering lagi. Agar ia mau menerima takdir diri. Xixiii.

Adapun salah satu aktivitas yang kami lakukan di sela-sela menjalani hari raya tahun ini adalah berbagi. Ya, kami berbagi kisah yang kami alami. Kisah atas nama diri yang semestinya tidak boleh merasa bahwa ia ‘sendiri’ karena ada Allah bersama kami. Dan kami sangat yakin akan hal ini. Memang aslinya raga kami satu dan ‘terlihat’ sendiri. Namun di dalam jiwa ini, kami rasakan keramaian dan kebersamaan. Bersama dengan sesiapapun yang hadir dalam ingatan kami. Sehingga pantaslah kiranya kalau kami kembali mengingatkan diri bahwa ia tak sendiri. Benar-benar tak. So, kami pun tersenyum kapanpun kami ingin tersenyum. Kami menyapa sesiapapun yang mesti kami sapa. Termasuk Catchy dan Boncu. Kami kasihan padanya, sang ‘suami’ belun juga berkunjung hingga siang di hari raya ini.

Wahai, ingatkah ia pada Catchy? Di manakah ia berada kini? Ataukah ia sedang menjalani harinya dengan sendiri pula? Wahai, alangkah indahnya kebersamaan.

Pesan buat ‘suami’ Catchy, “Datanglah segera… Karena Catchy menanti.”

Pesan buat kami yang sedang menanti, “Berbahagialah, agar beliau yang akan menemuimu pun berbahagia dalam perjalanannya menujumu.”

Intinya, kami yakin bahwa penantian akan berakhir. Kalau sesiapa yang menjadi objek penantian tahu bahwa ada yang menantinya. Dan tahukah engkau, bahwa kami menanti orang yang paling penting. Dan orang yang terpenting itu adalah engkau. So, keep in happy, karena kamipun berbahagia although not be with you, yet.

🙂🙂🙂

Catchy n Boncu with Me

Catchy n Boncu with Me

Engkau yang awalnya satu. kini tak lagi begitu. Ada yang senantiasa bersamamu dalam melangkah. Buka mata, lalu melihatlah. Optimalkan fungsi telinga, lalu mendengarlah. Raba hati, lalu rasakanlah apa yang sesama rasakan. Indera penciuman, ada pada hidungmu. Pedulilah pada lingkungan. Ada kulit yang membentang luas pada dirimu, itulah alam.
Renungkanlah…”

~ Marya Sy ~

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s