Yayaayaaa

Yayaayaaa

Kemarin. Awal kedatangan De Nazeef bersama Teh Cacha. Berhubung De Nazeef belum bisa berjalan.

“Yes, he is cominggg…?!,” I am smile.

Di atas gendongan, ia berekspresi dengan bebas. Terkadang senyum, tertawa atau merengek. Tapi, pada suatu kesempatan, De Nazeef tanpa ekspresi sama sekali.

“Apakah yang ia pikirkan?,” tanyaku.

Seorang bocah balita yang baru berumur satu satu. Yes, kemarin tepatnya, De Nazeef melanjutkan kehidupan dengan usia yang baru. Bahagia rasanya, ternyata sudah setahun kami bersama. Alhamdulillah.. Engga terasa waktu berlalu demikian indahnya. Ternyata De Nazeef sudah setahun umurnya.

“Selamat ya De, semoga bertumbuh menjadi sahabat terbaik Ayah dan Bunda. Menjadi putra yang berbakti pada orang tua dan taat kepada Allah subhanahu wa Ta’ala, hendaknya. Aamiin ya Rabbal’aalamiin,” bisikku saat ia berada dekat denganku.

Putra pertama yang merupakan buah hati ke tiga dari Ayah dan Bunda, merupakan sosok pribadi yang lucu. Melihat cabi-cabi pipinya saja, aku senang. Lalu memandangnya untuk kesekian kali. Ditambah lagi dengan ekspresi yang ia tampilkan saat berbagai kesempatan kami bersua. Sungguh mudahnya De Nazeef tersenyum. Padahal ia adalah seorang laki-laki. Ai. Salutnya.

Dari seorang balita berusia genap satu tahun ini, aku sedang belajar tentang bagaimana cara berekspresi. Xixii.😀

Pada usianya yang masih satu tahun, kami masih bersama, ternyata. Padahal sebelumnya aku tidak pernah membayangkan kebersamaan kami hingga saat ini.

“Betapa indahnya karunia Ilahi atas anugerah yang IA beri. Hingga kita masih bersama untuk saling bersua tatap mata, ya De..,” gumamku pelan.

De Nazeef sudah bisa berucap kata, meski belum jelas. Yha.

Ku cubit mesra pipinya yang gembul, dikit saja. Lalu, ia pun berekspresi. Ku coba membuatnya tertawa, namun ternyata ia hanya akan tertawa kalau sedang bahagia saja.

Dalam kesempatan waktu yang engkau punya, sesekali lihat, lihatlah teman. Bagaimana seorang balita berusia satu tahun. Ia seringkali asyik dengan aktivitasnya, kalau kita tidak datang padanya untuk menyapa atau menggoda. Ia akan tenang, asyik sendiri dan malah membuat kita ingin mengajaknya bermain. Sungguh damai bersamanya.

🙂🙂🙂

Engkau yang awalnya satu. kini tak lagi begitu. Ada yang senantiasa bersamamu dalam melangkah. Buka mata, lalu melihatlah. Optimalkan fungsi telinga, lalu mendengarlah. Raba hati, lalu rasakanlah apa yang sesama rasakan. Indera penciuman, ada pada hidungmu. Pedulilah pada lingkungan. Ada kulit yang membentang luas pada dirimu, itulah alam.
Renungkanlah…”

~ Marya Sy ~

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s