Sekarang.
Ya.
Saat ini.

Ketika tiupan angin tak lagi semilir.
Ia menggemuruh bersahutan.
Saling panggil memanggil.
Menderukan suara yang lebih ramai.

Saat ini.
Nun jauh di ujung arah pandang.
Tidak terlihat wujud rupanya.
Apalagi senyuman.

“Kalow Suka Bilang aja, Jangan Malu”,” ucapnya tanpa suara. Baruuu aja.

Kalimat singkat yang membuat aku tertawa, dengan taburan sedikit senyuman. Tipis. Setipis kabut yang ku saksikan pagi tadi, di tepi bukit Awiligar. Seakan pesan tersebut tercipta buatku. Padahal belum tentu. Dan begitulah aku. Hohoo…😀

Aku belum mengenalnya, kecuali dua buah kata yang berbaris sebagai inisialnya.

“Bagus, selamat datang di dunia mentari, yaa…” aku menyambut seraya mengeja namanya di dalam hati.

Dan setelah ku telusuri, ternyata ia memang sudah ada disekitarku semenjak lama.

Ya.
Dan kini, semilir angin telah kembali. Damai.
Sejuk.

🙂🙂🙂

Engkau yang awalnya satu. kini tak lagi begitu. Ada yang senantiasa bersamamu dalam melangkah. Buka mata, lalu melihatlah. Optimalkan fungsi telinga, lalu mendengarlah. Raba hati, lalu rasakanlah apa yang sesama rasakan. Indera penciuman, ada pada hidungmu. Pedulilah pada lingkungan. Ada kulit yang membentang luas pada dirimu, itulah alam.
Renungkanlah…”

~ Marya Sy ~

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s