Look into, look out
Look into, look out

 Sistem. Sistem adalah sekumpulan unsur / elemen yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi dalam melakukan kegiatan bersama untuk mencapai suatu tujuan.

Ada sembilan karakteristik sistem :

  1. Komponen / elemen (component)
  2. Batas Sistem (Boundary)
  3. Lingkungan Luar (Environment)
  4. Penghubung (Interface)
  5. Masukan (Input)
  6. Pengolah (Process)
  7. Keluaran (Output)
  8. Sasaran (Objective) / Tujuan
  9. Goal

Informasi.  Menurut R. Mcleod, informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang memiliki arti bagi sipenerima dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat ini atau masa mendatang.

Ciri-ciri informasi :

  1. Terbaru
  2. Tepat waktu
  3. Relevan
  4. Konsisten; dan
  5. Penyajian dalam bentuk yang sederhana

Sistem Informasi. Menurut R. Mcleod sistem informasi merupakan sistem yang mempunyai kemampuan untuk mengumpulkan informasi dari semua sumber dan menggunakan berbagai media untuk menampilkan informasi.

***

Demikian sekilas catatan tentang hasil pelajaran pada pagi hari hingga menjelang siang, tadi. Yes! Akhirnya, Ibu datang… Saya yang sedang duduk-duduk manis di depan sebuah bangku panjang, segera memasang wajah cerah. Kemudian, memandang Ibu dengan pesona mata yang penuh dengan harapan. Karena kita akan menerima ilmu dan pengetahuan dari beliau, hari ini.  Saya sedang bersama dengan Timoet. Beliau sedang berdiri di depan saya. Sedangkan seorang sahabat saya yang lain, belum datang. Beliau masih di perjalanan. Timoet tidak tahu kalau Ibu sedang berjalan menuju pada kami. Karena beliau sedang berdiri menghadap saya. Beberapa saat sebelum Ibu mendekat, Timoet beraksi. Ia mengeluarkan kameranya, lalu membidikkan ke arah saya. Beliau  tersenyum, sedangkan saya tersenyum pula. Eitss… Ibu semakin mendekat kepada kami, dan menyampaikan penawaran, “Mari Ibu fotoin, berdua” ucap beliau dengan sepenuh hati. Kami tersenyum. Sedangkan taburan senyuman, tidak kalah meriahnya menebar pula dari wajah beliau.

“Sebagai kenang-kenangan, sebelum perkuliahan dimulai. Sini, mari… ” lanjut beliau. Dengan memasang wajah penuh tanda tanya berhias haru, lalu Timoet pun menyerahkan kamera kepada Ibu R. Aryanti Ratnawati, SE. Msi.

Beberapa saat setelahnya, kamipun tersenyum bersama. Ibu tersenyum bahagia, saya dan Timoet, jadi syahdu. Ai! Ibu… Baru sekali ini saya mempunyai pengalaman tentang hal ini. Ya, seorang guru, yang sangat kami hargai dan hormati, memotret kami. Sebagai salah satu jalan untuk mengingat beliau, maka saya mengabadikan kisahnya di sini.

Me and Timoet
Me and Timoet

Klik… ! Sebuah suara terdengar ketika beliau menangkap wajah-wajah kami. Ai Terima kasih Ibu. Namun, bersama beliau, kami tidak mengambil gambar. Semoga lain waktu pada kesempatan terbaik, kita berpose bersama ya, Ibu. Tentu saja bersama Teh Mey juga.

Ibu R. Aryanti Ratnawati, SE. Msi adalah dosen kami pada mata kuliah “Sistem Informasi Manajemen” dalam semester ini. Pertemuan tadi siang, adalah pertemuan kami yang kedua dengan beliau. Setelah sebelumnya, kami bertatap muka untuk pertama kalinya. Ya, tanggal dua puluh empat Februari 2012, adalah hari pertama kami berjumpa. Beliau yang keibuan, lebih sering menghiasi wajah dengan senyuman. Senyuman yang menebar dari wajah beliau, membuat saya sangat ingin memandang berlama-lama. Senyuman tersebut memperlihatkan kesegaran yang sedang beliau tebarkan. Saat ini, saya teringat dengan beliau. Walaupun selembar wajah tersebut tidak berada di hadapanku saat ini, namun masih dapat ku menatap jelas, lengkungan bibir beliau yang sedang berbaris, saat tersenyum. Bersama tatapan mata yang berbinar, beliau menyampaikan materi dengan antusias. Kami menyimak, kami memperhatikan. Kami tersenyum, saat beliau mengisahkan hal-hal yang membahagiakan. Sharing, adalah metode yang klasik dalam belajar. Sungguh asyik.

Dalam menyampaikan materi, Ibu R. Aryanti Ratnawati, SE. Msi sangat komunikatif. Sehingga, informasi yang beliau sampaikan dapat kami tangkap dengan baik. Inti dari materi yang beliau sampaikan, kami catat pada lembaran putih bergaris yang bernama binder. Kemudian, sempat pula baris-baris tulisan menghiasi hasil fotokopian yang telah beliau berikan kepada kami, sebelumnya.

Waktu bergerak tanpa terasa, beberapa jam kami bersama, seperti sebentar saja. Ya,  nuansa yang tercipta selama kebersamaan kami, begitu mengesankan. Sehingga, sangat ingin saya mengenangkannya lebih lama. Tidak hanya hari ini saja, namun untuk waktu yang akan datang, juga. Ia akan menjadi ada, selamanya. Walaupun pertemuan kami hanya akan berlangsung selama beberapa bulan ke depan. Saya ingin bersama dengan beliau untuk waktu-waktu yang selanjutnya. Walaupun tidak lagi dengan pertemuan raga yang berdekatan, namun ingatan menjadi jalan perpanjangan waktu untuk meneruskan kebersamaan.

Pembahasan yang beliau paparkan dalam pertemuan kita yang kedua, menekankan pada sistem dan informasi. Seperti yang dapat kita baca pada beberapa paragraf awal catatan ini, tentang pengertian sistem dan pengertian informasi, serta pengertian sistem informasi.

Sistem yang merupakan sekumpulan unsur, dapat kita ibaratkan kepada kehidupan yang sedang kita jalani. Ya, raga yang kita bawa kemana kita melangkah, adalah bagian dari elemen yang merupakan sistem dalam kehidupan. Elemen-elemen yang terdiri dari anggota tubuh, pikiran dan perasaan, merupakan bagian-bagian yang tidak dapat kita pisahkan satu sama lain. Lingkungan, keadaan alam, para makhluk-Nya yang ada di sekitaran, baik benda mati maupun makhluk hidup juga merupakan bagian dari elemen dalam kehidupan kita. Alam beserta segala keunikannya, merupakan elemen yang mempengaruhi perjalanan kehidupan kita. Sedangkan keberadaan kita bersamanya, adalah untuk menempuh proses dalam mencapai tujuan kehidupan. Baik kita menyadari ataupun belum, apapun yang saat ini berada di alam adalah elemen-elemen yang saling berkaitan satu sama lainnya. Bagaimana cara yang dapat kita tempuh untuk membangun kerjasama dengannya?

Elemen-elemen tersebut, tercipta untuk kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Berinteraksi dengan cara terbaik, adalah salah satu solusinya. Apabila kita menemukan beraneka karakter yang pasti saja berbeda, maka kita  perlu kembali menyadari, bahwa karakteristik itulah yang memberikan warna dalam lukisan kisah yang sedang kita cipta untuk memprasastikan keberadaan kita di bumi.

Seperti halnya elemen-elemen yang beraneka macam ragam jenisnya, maka begitu pula dengan sistem. Sistem terdiri dari beberapa karakteristik. Adapun salah satu karakteristik sistem adalah adanya elemen ataupun komponen yang baru saja kita singgung. Sedangkan karakteristik sistem yang berikutnya adalah batasan sistem.

Batasan sistem. Kalau kita membawanya ke dalam kehidupan, maka batasan ini adalah segala aturan dan rambu-rambu yang perlu kita perhatikan.  Aturan, ia telah tercipta. Aturan ada untuk memberikan kita batasan tentang berbagai hal yang boleh dan tidak boleh untuk kita lakukan. Batasan tersebut, ada untuk memberikan kita batasan. Ai! Mengapa ada batasan? Padahal kita maunya bebas, ya? Oleh karena itulah, sebagai salah satu karakteristik dari sistem, maka batasan tersebut ada. Ia merupakan kemestian yang mendukung terciptanya karakteristik yang utuh. Yakinlah teman, bahwa batasan itu ada, untuk memberikan kita kelonggaran dalam mengalirkan hasil pikir. Agar kita kembali mengurai pikiran, dengan sebebasnya. Agar kita tidak memberikan batasan padanya. Bukankah batasan telah ada? Namun batasan di sini bukanlah batasan untuk berpikir.

Selanjutnya, karakteristik sistem yang ketiga adalah lingkungan luar.  Lingkungan luar merupakan apa saja yang berada di luar diri kita. Ai! Sederhana banget pengertiannya yaa..😀 Haaha, itulah informasi yang dapat saya sampaikan. Karena, telah kita ketahui juga bahwa rangkaian kalimat dalam catatan kali ini adalah informasi dari aktivitas belajar pada hari ini. So, informasi perlu kita sampaikan dengan sederhana. Betul? Agar informasi tersebut dapat sampai kepada sipenerima dan memberi manfaat bagi pengambil keputusan pada saat ini atau masa yang akan datang.  Dengan adanya lingkungan luar, maka kita memperoleh banyak kesempatan untuk memperoleh pengetahuan baru bersamanya. Ini dapat terjadi, kalau kita mau mengenali lingkungan luar, tentunya. Di mana kita berada saat ini? Ke mana saja kita melangkahkan kaki setelah dari sini?

Karakteristik sistem yang selanjutnya adalah penghubung. Dalam hal ini, saya memberikan pengertian sebagai alat komunikasi. Ya, penghubung yang dapat menyatukan kita sebagai bagian dari sistem, dengan bagian sistem yang lainnya di luar sana, adalah alat komunikasi. Dengan adanya alat komunikasi, maka kita dapat menerima informasi maupun memberikan informasi. Adapun informasi yang kita terima, dapat kita namai dengan input. Input yang bagaimanakah yang kita terima, dalam banyak waktu yang sedang kita jalani dari hari ke hari, teman?  Input dapat kita terima melalui penghubung. Input membuat kita memberikan reaksi terhadapnya. Input menjadi jalan agar kita berpikir. Berpikir adalah proses untuk mengolah input menjadi output.

Berapa lama waktu yang kita perlukan untuk mengetahui tentang elemen yang ada pada diri kita? Bagaimana kita menyikapi batasan yang pasti saja ada? Bagaimana kita membawa diri saat berada di lingkungan luar? Bagaimana input yang kita serap dari kebersamaan? Bagaimana kita memprosesnya setelah input tersebut menempel dalam ingatan? Siapa saja yang berperan dalam mengolah input-input tersebut? Lalu, bagaimana langkah-langkah yang dapat kita lakukan saat mengenali informasi terbaru? Bagaimana kita menjalankan input berupa perintah yang datang kepada kita? Ai! Untuk pertama kali, ada sejenis pikir yang menghampakan ruang imajinasi. Meski sementara, ada gerakan cepat yang membawa sang pikir ikut serta dengannya. Lalu, bagaimana kalau pikiran kita pergi  beberapa waktu? Sedangkan ia seharusnya ada bersama kita untuk mengolah informasi. Inilah kesempatan untuk menenangkan diri, sejenak.

Teman, dalam menjalani aktivitas, kita tidak bertemu dengan hal yang sama, saat waktu telah berganti. Akan ada informasi baru yang selama ini belum pernah kita temui. Tiba-tiba saja, ia datang menyapa kita, memberikan sejenis informasi bahwa ia akan membersamai kita untuk beberapa waktu ke depan. Bagi saya, ini adalah pengalaman pertama. Ketika pengalaman pertama datang kepada kita, maka ia begitu berharga, ia berkesan, ia meninggalkan kenangan. Bagaimana denganmu, teman?

Sememangnya begitu, sesiapapun yang telah melakukan aktivitas serupa untuk jangka waktu  yang lama, maka ia menjadi mahir dalam menjalankannya. Kapanpun dan siapapun yang datang padanya untuk memberikan informasi tentang hal yang telah sangat ia kuasai, maka tidak banyak lagi waktu yang ia gunakan untuk berpikir. Cepat ia kerjakan.  Segera ia selesaikan, apabila ada yang memberikan tugas yang sesuai dengan pemahamannya. Lebih cenderung ia memakai sedikit waktu untuk menuntaskannya. Semua sangat erat dengan kebiasaan.

Lalu, untuk beberapa informasi yang belum terbiasa kita lakukan. Bahkan belum pernah sama sekali, maka memikir dan menemukan solusi adalah pilihan utama. Petikkanlah jemarimu, lalu dengarkan suara-suara yang sampai pada indera pendengaranmu. Seiring dengan gerakan jiwamu yang memandu, teruskan berpikir seraya berupaya. Ya, tidak ada yang tidak bisa kita lakukan kalau sekiranya kita berjuang untuknya. Pun, tidak ada satupun pengalaman yang dapat mengesankan, kalau kita selalu ditunjukajari. Ya, kalau kesempatan untuk belajar mandiri telah sampai kepada kita, maka bersegera mengarunginya adalah pilihan. Niscaya, kita juga bisa, kalau oranglain bisa. Bukankah membaca tanda, simbol, lambang, gambar dan suasana adalah salah satu jalan untuk memperoleh informasi? Tidak ada yang tidak dapat kita lakukan, selama elemen-elemen yang sedang berada di dekat kita, memberikan kontribusi. Kita ada bersamanya, kita membawanya serta, kita menyapanya. Pada waktu kita menyadari akan hal ini, maka elemen-elemen tersebut sedang membersamai kita, ia memberikan partisipasi dan menyahut sapa yang kita sampaikan. Itulah hukum alam yang telah mengabadi.

Saat kita berpikir bahwa seluruh elemen sedang mengait satu sama lain, maka kita terbawa untuk mau membersamai suasana terbaru yang datang. Seluruh pikiran kita fokuskan untuk memberikan perhatian padanya. Karena ia ada untuk memberi kita pengalaman baru. Yach, seperti namanya yang baru, informasi tersebut memang baru ketika ia datang pada kita untuk pertama kalinya. Bersama waktu yang terus membersamai, kita dapat memberikan beberapa kesempatan pula padanya. Sehingga kita tidak akan berkata bahwa informasi tersebut baru lagi, pada masa yang berikutnya.

Setelah input kita proses, maka akan menghasilkan output. Hasil dari masukan yang telah kita kelola, dapat kita keluarkan lagi. Lalu, informasi yang bagaimanakah yang sedang kita alirkan, setelah berpikir, teman? Apakah informasi yang kita sampaikan, telah sesuai dengan ciri-ciri yang melekat padanya?  Apakah informasi tersebut adalah yang terbaru? Lalu, kapan kita menyampaikannya? Apakah sesuai dengan kebutuhan sipenerima informasi?  Yang akan digunakan pula oleh pengambil keputusan, segera atau pun pada masa yang akan datang.

Selain tepat waktu, ada lagi ciri-ciri informasi yang perlu mendapat perhatian kita. Relevan. Apakah informasi yang kita sampaikan sesuai dengan keadaan, yang benar-benar terjadi?  Dan bagaimana dengan penyajiannya? Apakah kita sampaikan secara berkesinambungan dengan waktu yang menawan? Bagaimana pula dengan metode dalam penyajiannya. Apakah kita sedang menyampaikan informasi apa saja yang akan kita sampaikan, dalam bentuk yang sederhana?

Tidak pernah kita tahu bagaimana cara kita menyampaikan informasi, kalau kita belum berusaha untuk mencari tahu. Di sini peran media, sangat berpengaruh. Sebagai bagian dari sistem informasi yang saling mendukung satu sama lain, maka kita yang merupakan elemen terkecil dari kehidupan ini, membutuhkan media, tentunya. Nah! Dari media tersebut, kita memperoleh berbagai informasi, dan bersama media pula kita menyampaikan informasi kepada penerimanya.

Media, sangat erat hubungannya dengan informasi.   Tanpa adanya media, maka informasi akan nyangkut pada beberapa tempat. Di manakah ia menggantung? Sehingga kita belum dapat menerima informasi yang semestinya telah kita terima.  Oleh karena itulah, mengenali media sebelum menyampaikan informasi adalah penting.  Agar informasi yang kita rangkai dapat sampai pada yang seharusnya menerima. Agar, pengambilan keputusan yang terbaik juga dapat dilakukan oleh para pengambil keputusan. Baik saat ini, maupun untuk masa yang akan datang.

Dengan adanya sistem informasi, maka kita menjadi lebih mudah untuk berbagi.  Dengan berbagi, maka kita dapat mencapai tujuan. Goal.

🙂🙂🙂

One thought on “Goal Seeking

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s