Rumah kita sedang dipugar Agar rumah sehat yang…

Rumah kita, sedang dipugar. Agar rumah sehat yang kita dambakan segera jadi. Kemudian, kita menghiasinya dengan akhlaq terpuji. Menatanya setiap hari, lalu menanami bunga-bunga senyuman di kebun iman. Ai! Rindu ini seakan tidak mau berkompromi dengan fikir nan terus mencari dan mencari. A_h_A? Apa yang engkau cari, wahai fikir? Bukankah telah ada tempat kita bernaung, di sudut istana hati. Kemudian ketika panasnya mentari menyengat kulit ini, maka kita dapat berteduh di bawah Bimbingan-Nya. “Kemudian apa lagi yang engkau mau? Wahai fikir nan jelita?”, hati bertanya, menyapa fikir yang sibuk sangat. Namun fikir terus berfikir. Dengan sesekali melayangkan pandangan pada hati yang menatapnya penuh kasíh sayang. Ia tersenyum, karena ia juga sayang. Sayang yang tiada mampu ia ucapkan, hanya bukti nan bicara. Mereka saling mencintai. Ai! Saya menatap adegan ini, haru. Lalu airmataku menitik. Aku rindu.

@_Kebersamaan Kita_@

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s