Mauku belumlah berarti Mau Nya Namun dalam do'a…

Mauku, belumlah berarti Mau-Nya. Namun dalam do’a ada kemauanku atas Mau-Nya,

Inti kehidupanku ada dalam Genggaman-Nya, tanpa ku genggam meski dengan sedetik masa. Namun, dalam Genggaman-Nya, ku pasrah saja. Ya, aku ikut Ayunan takdirnya. Ketika bergembira, ku mampu terbuai bahagia, namun saat belum bersamanya, ku beraikan rasa yang ada. Ya, aku merasa terjaga bersama-Nya Yang Menjaga.

@_yaH_@

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s