Wah Tetaplah teman saya yang cerdas Saya senang…

Wah! Tetaplah teman saya yang cerdas! Saya senang berteman dengan beliau. Karena ketika kita bersama, banyak hal-hal baru yang saya peroleh. Ya, hal yang sebelumnya belum saya kenal. Namun, teman saya dengan senang hati bercerita. Tahukah engkau teman, saya mengamatimu, mimik wajah, alur cerita, gerak tubuh dan ekspresimu. Termasuk suara merdu nan berirama. Nada-nadanya nan teratur, mendamaikan fikirku. Sampai akhirnya saya pun turut berfikir, atas apa yang engkau ceritakan. Sure! Tak sia-sia kita bersama, meski baru begini adanya. Tapi, selagi kita ada niat untuk menjadi lebih baik lagi, Allah Maha Tahu . . .

@ Dear Mentari . . .
Terangmu, terus berkiprah, meski malam mulai mengintip

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s