Memandang alam saya senang banget Apalagi ketika berkesempatan…

Memandang alam, saya senang banget. Apalagi ketika berkesempatan untuk membaur dengannya. Ya, ketika tak hanya memandang saja. Namun menjadi bagian darinya. Termasuk mengitari hingga ke pelosoknya yang terujung sekalipun.

Ya, ketika terpaan sinar mentari nan menyengat mengenai tubuh. Lalu, mengelap peluh nan menetes dan menitik. Hingga membanjir ia ke seluruh tubuh. Wahai… Masa yang penuh dengan kenangan untuk nanti, sedang ku tempuh kini. Agar saya pun mengerti tentang pesan Mentari. Bahwa, “Hidup ini (tidak) mudah, Yan. Enjoy it. Karena hidup adalah kesempatan untuk belajar tersenyum kembali, saat ia mulai terlupakan”.

Yes! Mentari, you are very beautiful, with your more beautiful smile time by time. Trim’s ya, untuk senyumannya.

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s