Duduk manisku di sebuah bangku panjang Lalu menghadapku…

Duduk manisku di sebuah bangku panjang. Lalu menghadapku ke arah Barat, arah terbenamnya matahari. Bersama sentosa fikir yang menebar, mengalir, ku menatap mentari nan menyala. Terang. Namun, tak terlalu menyilaukan. Hingga ku dapat menikmati senyumannya dengan penuh kelegaan.

Dalam haru…
meneteslah air mataku…
wahai mentari… rinduku pada Penciptamu…
membuat jiwaku pilu…
ai! Tak ingin ku berlama memandangmu…
demi kesehatan mata ku…

@di titik senyummu, ku rasa haru

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s