Ketika rangkaian huruf demi huruf belum membentuk kata…

Ketika rangkaian huruf demi huruf belum membentuk kata yang bermakna. Niscaya ia belum sempurna. Pun, ketika rangkaian kata demi kata belum menghasilkan kalimat yang indah. Maka adalah menjadi tugas kita untuk mengindahkannya. Dengan cara? Ya, hanya ada satu cara saja yang perlu kita lakukan. Lanjutkan saja merangkai kata. Agar lega di dalam jiwa. Dengan demikian, ia pun menjadi ada. Meski belum utuh, memang. But, tak apalah. Karena kita telah dan sedang dalam usaha untuk mengindahkannya, ya kann..?

***

Meski tanpa mentari yang bersinar sempurna seharian ini, ku ingin dapat bersamanya kembali. Agar siang tak seperti tadi dan kini. Ketika tanah dan bumi yang menjadi tempatku berpijak, lembab. Sedangkan alam tersenyum sumringah, dengan kondisi yang begini. Terutama pepohonan, rerumputan, bunga-bunga nan harum semerbak dan bermekaran, pun tertawa riang. Ya, alam nan damai… Menjadi sahabatku kini, bersama sejuk.

Suasana seperti ini, mengingatkanku pada kisah hampir genap 5 (lima) tahun yang lalu. Oia? 😀 Ternyata, telah menuju tahun ke lima, saya berdomisili di kota ini, Bandung, kota kembang. Dan angka lima tersebut, akan tepat pada 16 Juli 2011 mendatang. Wahai… Telah ada perubahan apa ya? Pada diriku ini. Lalu, bagaimana perasaannya saat ini? Mau tahu? Saya lagi berbunga-bunga. Sure. Karena saya sedang berbunga-bunga aja. Titik. Lalu, tentang perubahan cara berpikir? Sudah sejauh manakah ia mampu mendata diri? Wahai, hati, fikir dan ragaku, bagaimana dengan keadaanmu saat ini. Apabila dibandingkan dengan waktu 5 (lima) tahun yang lalu.

“Aku makin cantik… 😉 “, jawab sang fikir.

“Wahai, saya seringkali berbunga-bunga, dari waktu ke waktu. Pun dari detik ke detik, bunga-bunga terus saja bermekaran di kebun yang engkau jaga ini. Apalagi saat ini. Ketika musim begitu sejuknya. Ditambah lagi dengan guyuran mutiara-mutiara kehidupan nan menetes bebas. Sungguh… Bahagia tiada terkira, menjadi temanku dalam mengisi waktu. Meski tidak jarang juga, saya mengalami tak bahagia. Hohoo… 😀 but, sure! Saya sangat menikmatinya. Baik saat musim harus menaburi bumi dengan gemericik pertemuan para mutiara kehidupan. Maupun ketika mentari bersinar cerah dan cemerlang. I am enjoy it. ¥_^

***

Oke, masa lalu telah berlalu. Ia telah tercipta dengan sempurna. Kemudian, kita pun telah memajang hasil lukisan masa lalu kita di dinding kenangan. Cantik wujudnya, saat ia telah benar-benar jadi. Yes! Masa lalu, hanya perlu kita lirik sesekali saja. Untuk kita pandang-pandangi. Karena wajahnya telah kita gantungkan dengan baik, berpigura pengalaman dan ilmu pengetahuan. So, cool. Saya senang menatapnya. Lalu, sayapun masih tersenyum kini, di hadapannya. Karena ia pun sedang tersenyum lebih indah, padaku. Ingin juga kah engkau menikmatinya? Datanglah, kapanpun engkau mau, ke istana hatiku. Di sana, saya telah memajang beraneka jenis lukisan kehidupan bertemakan saya. Hehee…”

***

Lalu, ragaku menatap sang penanya dengan wajah serius. Karena memang demikian mimik yang seringkali ia pakai. Apabila ia sedang berhadapan dengan pertanyaan. Sedangkan mata, sang peneropong arah, ia sedang berkedipan. Lalu kening mengkerut, sedangkan kedua alis ini pun merapat, segera! Yes. Mereka bersalaman sejenak. Lalu dua bibirku merapat, kemudian maju beberapa sentimeter. Terus, ia mundur. Kemudian tertarik ke samping kiri dan kanan dengan rata. Dengan kondisi yang masih mengatup. Ai! Ekspresi yang aneh. Namun, memang begitulah nyatanya. Ia tidak bersuara, namun hanya mampu mengekspresi begitu doang. Tapi, lihatlah ke sana. Di kedua telaga itu ada kalimat nan mengalir deras. Engkau dapat membaca semua yang ia sampaikan. Karena mata adalah asistennya hati. Tanya aja padanya. Tanya apapun yang ingin engkau ketahui tentang hati, padanya.

Advertisements
Categories Paragraf-paragraf Sahaja

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Location Di sesudut bumi yang membentang indah, di bawah sinar mentari yang tersenyum cerah, di antara makhluk ciptaan-Nya yang mengajakku tersenyum meriah, untuk bersyukur dan bersabar menempuh perjalanan hidup di dunia yang sementara, iniiii... Hihihiii. :D Phone Dzikrullah E-mail maryasuryani@gmail.com Hours Waktu adalah ibadah. Semoga berkah setiap langkah yang menjejak dalam detik-detik waktu. Waktu yang berubah menjadi masa lalu setelah kita tinggalkan. Waktu saat ini yang semoga kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk hari esok yang lebih baik. Semangat menempuh perjalanan, kawan. Semoga selamat sampai di tujuan yang sedang menanti dengan senyuman. Ini namanya merangkai harapan, jadi, jangan tertawakan, cukup senyumi dengan menawan. Terima kasih atas pengertian, pemakluman dan pemahaman yang semoga mengajakmu tersenyum saat main-main di sini. Sekalipun ada kesedihan, tenanglah, tidak berkepanjangan. Tetap ada ya, untuk saling mengingatkan pada kebaikan dan kebenaran. Harapan : Semoga pertemuan, kebersamaan dan berjaraknya kita senantiasa dalam lindungan dan Ridha Allah subhanahu wa taala... Aamiin ya rabbalalamiin.
%d bloggers like this:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close