Ketika sahabat menangis saya melihat beliau menitikkan air…

Ketika sahabat menangis, saya melihat beliau menitikkan air mata. Mata beliau pun memerah seketika. Perih, ya? Beliau menangis pasti ada penyebabnya. Hati beliau teriris sembilu. Aww…! Miris bila mengenangkan yang telah terjadi. Membayangkannya saja, sudah membuat luka di jiwa. Saya menggugu di jiwa. Karena pilu terasa menyesak dada ini.

Namun kini, sahabat telah tersenyum lagi. Karena beliau dapat membagikan semua yang beliau rasa. Meski berurai bulir bening. Namun, sedih itu tidak selamanya. Ingatlah, bahwa masa berganti. Begitu pula dengan perputaran roda rasa. Enak. Ya, semua menjanjikan pesan untuk kita nikmati. Ketika rasanya yummy? Tersenyumlah. Namun bila pahit atau getir. Semoga dapat menjadi obat nan mujarab.

@sehat!

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s