Sedekat dekatnya hubungan kita dengan orang lain tiada…

Sedekat-dekatnya hubungan kita dengan orang lain, tiada seindah ukhuwah yang terjaga. Pun sedamai-damainya jalinan yang tercipta, tiada yang lebih indah dari harmonis. Apalagi yang belum sempurna, coba? Ketika beliau-beliau menerima kita sebagai bagian dari saudaranya. Ya, saat beliau-beliau memposisikan kita tidak lebih dari apapun, sebatas satu kata ‘hambaNYA’. Maka, ketika kita telah mengalami kondisi yang seperti ini, apakah masih ada yang menjaga selain Allah? Sedangkan beliau-beliau yang menerima kita sebagai bagian dari hari-hari yang beliau isi, adalah para ‘hambaNYA’ yang spesial, terpilih dan telah tertakdirkan untuk menjadi jalan sampainya penJAGAan Allah kepada kita. Maka memang, sudah tidak ada lagi waktu dan kesempatan bagi kita, untuk tidak mengingati beliau-beliau. Ya, kapanpun kita mau, yuuuks, menyapa beliau lagi. Mesti dalam bait-bait do’a.

Do’a. Bersama untaian kata yang mengalir… ia titipkan pesan hati. Teruntuk beliau-beliau di sana. Para hambaNYA yang menjadi jalan. Hingga sampai saat ini, PenjagaanNYA kembali menaungi diri. Bahagianyaaa… hamba. Wahai, nikmat Allah yang mana lagi yang belum saya syukuri?

Diantara banyak nikmat yang Allah berikan. Salah satunya adalah ingatan. Ya, ingatan kita pada beliau-beliau. Siapakah beliau, semua? Pasti. Para hambaNYA yang terpilih. Hingga saat ini, kita kembali bereuni meski belum bertatap raga. Saya ingin mengabadikan lagi, bait-bait kisah yang telah tercipta sebelumnya. Ya, memperbarui. Begini lebih tepatnya.

Baru ku pergi keliling negeri,
belum ke luar negeri,
menjelang usia enam ribu sembilan ratus tiga puluh lima hari,
meniti ku dalam hari demi hari,
menempuhi perjalanan ini,
selama satu catur wulan lebih beberapa hari,
bergabung ku dengan beliau, di sebuah istana megah, damai dan asri,
aha! Setiap pagi,
sang mentari mensenyumi,
dari balik jendela hati,
“Keluarga Uni”,
tempatku bersinggah kini.

@Terima kasìh yaa… Uni Yen dan suami.

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s