sebelum diijab qabul syariat masih membataskan sebuah lirik…

… sebelum diijab qabul syariat masih membataskan…

(sebuah lirik yang juga cukup membantu dalam menyikapi semua yang saya alami kini).

Karena lama-lama, rasa-rasa ini benar-benar belum mau mengalah atas peran fikir. There is nothing, that I can do. Except taking much of lesson from it all. Dengan ini, saya memilih untuk terus belajar bersama “Mentari”, selama-lamanya. Hingga akhir usia menjelang, insya Allah. Semoga istiqamah menjadi guru yang setia mengingatkanku. Setiap kali tekad ini sedang berjuang untuk mengganti dirinya. Lalu ia mewujud dalam kenyataan.

“Menata hati, adalah aktivitas yang membutuhkan kerelaan untuk terus menjaga niat. Adakah saat ini kita sedang menjaganya? Wallahu a’lam bish shawab”.

@keep helping each other, yuuks. Saya sangat ingin menjadi lebih baik dari waktu ke waktu, bersamamu. Agar akhirnya kita sama-sama menjadi yang terbaik. Aamin ya Rabbal’alamin.

🙂 🙂 🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s