Meski cuaca belum begitu terik Namun masih ada…

Meski cuaca belum begitu terik. Namun masih ada cahaya mentari siang ini. Buktinya, kita sedang merasakan siang nan teduh. Cahaya melingkupi semesta. Meski sang mentari sedang bersembunyi, memang. Saat awan sedang mengakrabinya. Mentari berselimut kabut tipis. Wahai mentari, inginku menatap wajahmu. Lalu kembali merasakan terpaan sinarmu. Menghangatkan hari-hari di siang begini.

Mentari…sahabat hati,
megah sinarnya menerangi jiwa,
ramah terangnya menyapa singgasana kediaman kita,
sopan sikapnya melebihi apa yang pernah kita impi,
sungguh, ia begitu berarti,

Mentari…sahabat hati,
menanti terangmu di sini ku masih setia,
teringat janji yang engkau tak pernah ungkapi,
namun bukti demi bukti sedang menunjukkan diri,
terangnya siang ini pertanda engkau ada,
meski belum hadir dalam nyata,
engkau masih menerangi,
meski belum secemerlang teriknya pagi tadi,

Mentari…sahabat hati,
tak baik berlama-lama mengumpetkan diri,
muncullah lagi,
sibaklah gemawan nan menghalangi,
karena terikmu begitu berarti,
bersinarlah lagi,
ku nanti cerahmu hingga detik ini,
sampai berjumpa lagi…

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s