Ketika malam menjelang bintang bintang memenuhi relung jiwa…

Ketika malam menjelang, bintang-bintang memenuhi relung jiwa,
menebar pesonanya,
memenuhi persada rasa,
hingga ia menggema,
membahana,
menyentuh kegelapan raga,
namun itu hanya sementara,
ya, tak lama,

Kini kita kembali bahagiaaa…
menatap cerah sang mentari pagi di Jum’at ceria,
ia masih satu bersama wajah lamanya,
dengan auranya yang tak usang oleh masa,
karena ia mampu mengelap segala noda,
agar kembali secemerlang sediakala,
hingga ia kembali bersuka-ria,
mengisi waktu yang telah tiba,
yuuuksss, kita melanjutkan usaha dalam nyata,
agar ia tak hanya kata-kata,

Bersama kita bisa!,
mengolah rasa,
menata jiwa,
mengelola raga,
agar ia terus terjaga,
di dunia yang fana,
kelak kita berjumpa,
dalam senyuman yang lebih indah nan kaya makna,

🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s