Nasib petani…

Darah itu merah, Yah...
Darah itu merah, aYah…?!
Saat gerimis menyapa"
Petani bergumam: Gerimis di pagi hari…
Saat ia dalam kedalaman harapan"
Petani bersenandung lirih: Semoga esok pagi gerimis tak lagi menghampiri hari-hari kita,
mentari kembali seperti seminggu yang lalu,
sumringah…
Ketika sang surya menunjukkan wajahnya"
Petani berucap: Alhamdulillah cerah juga akhirnya…
Dan di dalam do'a-do'a dan tekadnya"
Petani merangkai sebait kalimat: Menghapus dan mengikis jejak masa lalu demi masa depan yang lebih baik,
Saat ia terluka, ia berkata:
Ayah... darah itu merah...
Ibunda... luka itu perih...
Ya Rabb... Engkau selalu Maha Pengasih...
Terima kasih atas segala cinta yang terasa...
Meski perih, namun terasa gurih di tatap!

🙂 🙂 🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s