Iklim

 Iklim    Suci Dalam Debu

Iklim – Suci Dalam Debu

 

Engkau bagai air yang jernih
Di dalam bekas yang berdebu
Zahirnya kotoran itu terlihat
Kesucian terlinding jua

Iklim – Suci Dalam Debu 

Cinta bukan hanya di mata
Cinta hadir di dalam jiwa
Biarlah salah di mata mereka
Biar perbezaan terlihat antara kita

Kuharapkan kau kan terima
Walau dipandang hina
Namun hakikat cinta kita
Kita yang rasa

Suatu hari nanti
Pastikan bercahaya
Pintu akan terbuka
Kita langkah bersama

Di situ kita lihat
Bersinarlah hakikat
Debu jadi permata
Hina jadi mulia

Bukan khayalan yang aku berikan
Tapi keyakinan yang nyata
Kerana cinta lautan berapi
Pasti akan kurenang jua

🙂 🙂 🙂

Selirik – lirik yang menyampaikan pesan membangun untuk kita.  Lagu ini telah ada semenjak masa yang lalu.  Lamaaaa banget.  Seingatku, lagu ini pernah ku dengar ketika masih kecil dulu.  Ya, masih sangat muda.  Bahkan, ketika ku berusia sebelum belasan tahun, malahan.   😀 Udah lama ya..  Namun, liriknya -IKLIM- yang baru saja, kembali terngiang jelas di dalam alam fikir ini.  Hingga ia menangkap beberapa pesan yang disampaikan dalam setiap rangkaian kata-kata yang ada di setiap baitnya.  Bahwa -harapan- itu masih ada dan selalu ada.   Hal tersebut terlihat jelas dalam satu bait berikut ini:

Suatu hari nanti
Pastikan bercahaya
Pintu akan terbuka
Kita langkah bersama

Di dalamnya tersimpan makna yang tersirat.  Meski sekarang dalam keadaan yang bagaimanapun.  Namun pastikan ada masa untuk berubah di waktu yang akan datang.  Bersama rangkaian harapan demi harapan yang menemani.  Harapan yang senantiasa ada untuk memanggil-manggil agar kita dapati.  Dan kita bersama dengannya di sana.  Di mana ya… ? 😀  “Di masa depan, kan?,” bisik suara yang menyapa lembut. Ya, inilah suara yang berasal dari kedalaman jiwa.

🙂 🙂 🙂

 

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s