~ Menjalani setiap periode yang datang d…

~ Menjalani setiap periode yang datang dengan sepenuh hati ~

Suatu waktu, di siang yang terik di pendopo kita yang antik, kita bersama salah seorang sahabat di sana. Karena ada tugas kelompok yang mau kita selesaikan bersama. Ya, tugas itu bernama Sistem. Berbicara tentang sistem, kita akan berfikir tentang suatu rangkaian kegiatan yang terjadi terus menerus. Dan apabila rangkaian itu disatukan menjadi satu, maka ia bernama sistem. Tersimpul rapi memang, namun pernahkah kita membayangkan atau sekedar berfikir sejenak, tentang sistem yang rapi itu? Mengapa ia menjadi sedemikian indah untuk dinikmati, dijabari dan ditelusuri. Lalu, pernahkah pula kita mencoba mencari tahu bagaimana proses yang telah terjadi sebelumnya? Sungguh! Demikian pula dengan kehidupan yang sedang kita jalani saat ini. Hari ini, bahkan detik ini sekalipun adalah rangkaian proses demi proses yang nantinya bernama sistem pula.

Lalu, rasa penasaran yang kita alami selama ini, seakan memaksa diri untuk mengungkap suara hati yang terus bertanya-tanya tentang proses yang sedang kita jalani kini. Nah, pas di waktu yang sama, ketika sahabat ada di sisi, tanya itu kembali hadir. Sehingga dengan senyuman terlebih dahulu, kita mengungkap semua itu pada sang sahabat. Teh Tety, begitu panggilan kita untuk beliau. Yang sebelum hari itu tiba, kita juga sudah sering bertanya-tanya untuk beliau. 😀 Kasian juga si teteh ya…? yang kita jadikan gudang untuk membuang segala tanya. 😀 Namun demikian, tenang…. beliau baik kok, dan dengan senang hati, beliau menjelaskan kepada kita tentang sebuah tanya yang kita utarakan saat itu. Begini tanya yang kita hadirkan waktu itu, spesial untuk beliau. “Teteh…., pernah nggak  Teh, mengalami satu sisi lain dari diri teteh yang seakan berbeda dari yang seharusnya. Yang membuat teteh menjadi begitu tidak mudah untuk mengerti tentang apa-apa yang sedang dialaminya, Teh?. Contohnya, ketika teteh masih dalam suasana hati yang labil. Dan menjadi mudah untuk berubah, tergugah dan akhirnya menjadi kalah oleh keadaan. Suatu hari, teteh merasakan hal yang sangat berbeda dari biasanya, gitu teh…,” tanya kita.

Dan dengan penuh kelembutan, beliaupun bercerita indah sembari bernostalgia dengan kenangan-kenangan masa lalu yang pernah beliau alami. Yach, ketika beliau masih berstatus sebagai seorang mahasiswa, saat itu. Saat masih muda belia dan sangat ingin mencoba sesuatu yang baru dan terbaru sekalipun. Pokoknya mah… teteh sangat berkesan dengan zaman ketika teteh dalam suasana hati yang sangat labil. Ya. Teteh juga pernah merasakan kegoyahan jiwa, keterpurukan atas keadaan yang teteh alami, karena semua yang terjadi tidak sesuai dengan yang teteh inginkan. Sehingga semua akibat yang muncul karenanya adalah, teteh menjadi begitu antusias untuk terus belajar. Mencari tahu sebanyak-banyaknya penyebab, mengapa semua ini bisa terjadi. Dan bagaimana cara teteh untuk menghadapinya. Begitu Frend, .. 😀 He, Trus, seiring dengan berjalannya waktu, tetehpun mulai mengerti, bahwa ternyata di balik semua kejadian yang sedang dan telah teteh alami, ada Allah subhanahu wa ta’ala yang sangat berperan di sana. Sehingga teteh semakin yakin, bahwa tiada yang tidak mungkin untuk terjadi, apabila Allah sudah berkehendak. “Ya, Kun fayakun”. Wallaahu a’lam bish shawab, begitu kalimat terakhir yang beliau lontarkan di akhir uraian singkat yang sangat bermakna. Hal itu sangat berarti bagi kita yang masih belia ini.

Lalu, bersama fikir yang hadir menggebu, kita kembali meminta beliau untuk berpesan satu hal saja. He, 😀 Kan beliau sudah lebih berpengalaman daripada kita dalam menjalani kehidupan ini, sehingga kita yakin, beliau mau berbagi sebanyak-banyaknya. 🙂

Lalu, boleh nggak teh, kita minta pesan-pesan dari teteh, bagaimana kita yang seharusnya dalam menjalani hari-hari yang senantiasa datang dan pergi ini. Banyak hal kita alami, padahal belia ini masih belum mudah untuk memahaminya. Sehingga seringkali kita penasaran dan berfikir panjang, teh…. tentang kehidupan ini. Gimana ya Teh?, 🙂 begitu, kita yang belia kembali mengulas tanya. “Begini friend, menurut teteh ya… jalani saja ia dengan sepenuh hati. Detik ini engkau mengalami satu keadaan yang baru, bahkan bisa sangat berbeda dari biasanya, maka “enjoy it”. Ya, nikmati saja waktumu itu. Karena setiap episode dalam kehidupan ini akan senantiasa datang dan pergi. Ia senantiasa berganti dari satu periode ke periode berikutnya. Lalu, engkau tidak mau kan? saat episode yang sangat berharga detik ini berlalu begitu saja, tanpa kesan berarti, 😀 Makanya, jalani saja. Hanya itu pesan teteh, karena teteh sudah pernah merasakan hal yang sama seperti yang engkau alami saat ini, beliau begitu telaten dalam menjawab kepenasaranan kita.

Alhamdulillaahirabbil’alamiin,…. legaaaa… rasanya setelah berbagi fikir dengan beliau. Tanya yang selama ini menggelayut di dalam fikir kita, terlepas sudah. Ya, jalani saja detik ini dengan sepenuh hati, begitu pesan beliau. Karena masa yang sama tidak akan terulang dua kali. Kesempatan detik ini pasti berlalu, so, enjoy our time, now 😀

Terima kasih ya, teteh yang baik…. kita bahagia saat ini.

😀

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s