Menanti kehadiran . . .

Saat ini kita kembali untuk menggoreskan catatan hasil belajar di hari ini.  Bermula semenjak terang mulai menjelang, seiring dengan munculnya mentari pagi yang tersenyum bersama cerianya.  Menitipkan sebait salam kepada hamba-hambaNya beserta seluruh alam yang sedang mensenandungkan pujian dan syukur terdalam kepada penciptaNya.  Begitu pula dengan kita yang masih dititipi waktu untuk berbenah di hari ini.  Dengan semangat yang terus diperbaharui dari detik ke detik, kita siap melangkah dan berjalan lagi, ya menuju masa depan.
Semilir angin sepoi-sepoi yang perlahan menyapu sekujur tubuh tidak terlalu kita rasakan, meski sebenarnya hari ini lebih dingin dari biasanya.  Ya, walaupun sang surya sedang berbahagia, tidak begitu dengan kita.  Karena sebenarnya, pagi di hari ini pukul 08.00 WIB ada persetujuan antara kita dengan sang guru untuk menyelenggarakan tambahan pelajaran salah satu subjek ilmu.  Yang mana sudah dijadwalkan beberapa hari sebelumnya.  Namun, ketika kita sudah sampai di lokasi yang telah ditentukan, ternyata belum ada seorangpun teman-teman yang lain (kecuali kita) yang hadir.   Mantab!.
Semoga kita dapat memahami ada arti apa setelah ini. Begitu pula dengan sang guru yang senantiasa mau dan rela menyampaikan bekal ilmu dan pelajaran untuk kita serap, dalam waktu yang telah berlalu.  Begitu beliau selalu, berbuat baik untuk kita yang masih haus akan siraman kedamaian ini.  Padahal waktu sudah menunjukkan pukul 08.36 WIB.  Sudah lebih 36 menit kan… ? dari waktu yang seharusnya.  Waktu terus berlalu, ia tidak menunggu kita yang terpana dalam diam tanpa gerak.  Kini saatnya mulai mengambil hikmah dari detik yang sedang kita jalani, gumam hati. Kita perlu segera bertindak.  😀 Biarlah janji yang tinggal janji, namun kita tiada pernah boleh menjadi lupa, meski kejadian ini belum sepenuhnya kita pahami.  Kita berhasrat untuk tidak menjadikan hal yang sama hadir dari dalam diri kita terlebih dahulu. Maka menjadikannya sebagai bahan pelajaran adalah guna yang tiada pernah hilang maknanya.
Mengapa semua ini terjadi?  Tiada perlu lagi dipertanyakan, karena kita percaya bahwa kita hanya manusia biasa yang tiada pernah tidak lupa dan terhindar dari khilaf.  Bisa jadi beliau-beliau terlupa ya… Mmmm, begitu kita meng-afirmasi fikir menjadi positif, agar ada ketenangan menyapa di jiwa.  Ya, ini adalah satu kesempatan untuk kembali menyusun catatan.  Untuk kita abadikan di detik ini.

Mengasihani diri dengan cara memperlakukan diri sendiri dengan lebih baik..
Mengasihani diri dengan cara memperlakukan diri sendiri dengan lebih baik..
Awalnya, kita mencoba untuk munculkan kedamaian, dengan menarik nafas yang dalam melalui hidung terlebih dahulu.  Kemudian menghembuskannya perlahan dari mulut (karena memang salah satunya fungsi mulut untuk  hal yang satu ini).  Alhamdulillaahirabbil’alamiin.  Ada kesejukan mengaliri sanubari detik ini juga.  Lalu, perlahan kita hantarkan pandangan menatap keindahan alam yang sangat menakjubkan.  Sambil menyelidiki setiap  sudutnya, berkeliling kerling menyapu sekitar.   Upz… Masya Allah, ada kolam ikan di ujung sana.  Kita pun berpindah mendekatinya.  Ikan-ikan yang sedang berkejaran di kolam itu seakan sedang menyampaikan sapa pagi untuk kita.  “Selamat datang di sisi kehidupan kami, di sini damai kan?”  begitu pesan yang mampu kita tangkap dari setiap gerak-geriknya.  Indahnya ya, berendam terus bersama sejuknya air.  Pasti segeeeer terusss… 😀 . Lalu, di sekitar kolam pun ada sebuah air mancur kecil yang sedang menyenandungkan suara gemericik tetesannya saat berbenturan dengan sesamanya,  lembuuuuut.  Ramah.  Ada keakraban yang disampaikannya.  Lalu, untuk sekian lama kita tertegun dalam tafakur, menikmati detik-detik yang kembali bergerak maju.   Terhanyut bersama suasana yang  sedang kita hayati dengan sepenuh hati.   Subhanallah… indah ciptaanNya, tersedia untuk kita, gratis lagi! ya.. Bersyukur lagi … lagi … memujiNya.  Alhamdulillaahirabbil’alamiin.
Ada kemanfaatan dalam waktu yang telah berlalu tadi.  Walaupun kita tidak jadi melanjutkan belajar di dalam ruangan seperti yang seharusnya telah terjadi, namun kita masih bisa belajar saat ini.   Bersama alam.  Sungguh berartinya ia.  Ada bersamanya, sudah terlalu banyak bahan pelajaran yang dipersembahkan khusus untuk kita.  Ia menyampaikan senyumannya, seperti halnya kita yang perlahan kembali tersenyum saat ini… 🙂 🙂 sambil membayangkan hal yang indah-indah.  Woowww… kerennya. 😀
Lalu, ketika kita sedang berasyik masyuk, tiba-tiba datang seorang kurcaci  dari kejauhan di ujung sana.  Beliau melambaikan tangan bagian kanan sejenak, lalu mengembangkannya hingga keduanya sejajar dengan bahu beliau.  Ditambah  pula dengan senyuman yang menebar gratis untuk kita yang sejenak tertegun, dalam tatap seakan tidak percaya.  Seorang muslimah imut, berkacamata, mengenakan kostum ungu dengan jilbab senada, telah di tempat kita berada.  Subhanallah… penampilan sang kurcaci sungguh menawan hari ini.  Elok parasnya memukau hati kita yang sedang berseri.  Benarkah ini karena pandangan batin?  Atau memang aslinya sang kurcaci itu begitu anggun?  Benar banget.  Beliau adalah teman kita yang sama-sama menuntut ilmu di sini.
“Mari kita berkumpul, di ruangan sudah ada si Bapak, beliau baru datang.  Begitu sang kurcaci berujar dengan lantunan khas yang kita semua pasti tahu.  Suara beliau yang tidak terlalu nyaring, namun terdengar jelas, bersih dan berkarakter.  Ya… begitulah, seperti halnya suara remaja yang masih belia. Lalu, tanpa berlama-lama lagi, kita segera berpelukan erat berucap salam keselamatan “Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakatuh… dengan ramah-tamah yang senantiasa menemani.  Dan sejenak kemudian kita pun mempergegas gerak sambil merapihkan berkas-berkas dan dokumen yang untuk beberapa saat yang lalu tertidur nyeyak di atas sebuah batu.
Beginilah….. akhirnya hari ini kita masih memiliki waktu untuk belajar di dalam ruangan. 😀 Satu hikmah yang menyiratkan sebait pesan terindah untuk kita hayati. Bahwa selama-lamanya penantian, bila waktu yang tepat telah tiba, ia pasti hadir untuk kita.  Lalu, kini saatnya melanjutkan aktivitas belajar, bersama sang guru yang tiada pernah lelah berbagi ilmu dan pengalaman yang beliau punya.  Semoga selalu ada keberkahan dalam setiap waktu yang sedang kita jalani kini.  Aamiin ya Rabbal’alamiin…
🙂 🙂 🙂
Advertisements

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Location Di sesudut bumi yang membentang indah, di bawah sinar mentari yang tersenyum cerah, di antara makhluk ciptaan-Nya yang mengajakku tersenyum meriah, untuk bersyukur dan bersabar menempuh perjalanan hidup di dunia yang sementara, iniiii... Hihihiii. :D Phone Dzikrullah E-mail maryasuryani@gmail.com Hours Waktu adalah ibadah. Semoga berkah setiap langkah yang menjejak dalam detik-detik waktu. Waktu yang berubah menjadi masa lalu setelah kita tinggalkan. Waktu saat ini yang semoga kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk hari esok yang lebih baik. Semangat menempuh perjalanan, kawan. Semoga selamat sampai di tujuan yang sedang menanti dengan senyuman. Ini namanya merangkai harapan, jadi, jangan tertawakan, cukup senyumi dengan menawan. Terima kasih atas pengertian, pemakluman dan pemahaman yang semoga mengajakmu tersenyum saat main-main di sini. Sekalipun ada kesedihan, tenanglah, tidak berkepanjangan. Tetap ada ya, untuk saling mengingatkan pada kebaikan dan kebenaran. Harapan : Semoga pertemuan, kebersamaan dan berjaraknya kita senantiasa dalam lindungan dan Ridha Allah subhanahu wa taala... Aamiin ya rabbalalamiin.
%d bloggers like this:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close