Ketika acTinG kita di alam dunia tiba-tiba… di-cUt! oleh Sang Sutradara

Langkah demi langkah ku jejakkan dari waktu ke waktu.  Walau kecil dan pendek langkah yang terayun, namun ku sangat menikmati perjalanan ini.  Pelan tapi pasti..! Begitu gambaran yang terlintas di dalam pemahaman fikirku.  Berpijak di tempat yang jelas untuk keselamatan.  Begitu analisaku yang lain atas hasil rangkuman dari semua rangkaian kalimat dalam catatan yang tertulis rapi dalam buku harianku yang dulu.  Tahap demi tahap, proses demi proses, semua terangkai erat dalam buhul keindahan yang terbentuk dari lembaran jiwa hamba.  Aku pernah ada di sana, aku terlibat di dalamnya dan tentu saja aku sebagai pemeran utamanya, sedangkan engkau, dia, mereka, beliau dan ia sebagai pemeran pelengkap, penyempurna episode yang sedang berlangsung, dengan pengatur skenario Allah subhanahu wa Ta’ala.

Waktu terus bergerak, senantiasa tanpa henti.  Kita masih terus menjalankan peran kita masing-masing.  Tentu saja “aku” masih sebagai pemeran utamanya.  Lalu, bagaimana bila tiba-tiba salah seorang pemeran yang terlibat dalam skenario indah yang sedang berlangsung, di panggil oleh Sang Sutradara untuk beristirahat…… karena Ia sayang pada beliau? Tentu kita tak punya wewenang sedikitpun untuk menolak atau menghalang-halangi. Begitu pula yang aku pahami kini. Salah seorang figur yang selama ini beracting bersama-sama denganku, kini tiada lagi.  Beliau telah lebih dahulu di panggil olehNya.  Nenek. Tak cukup 5 (lima) tahun sejak perpisahan kita untuk pertama kalinya, kini engkau benar-benar berpisah denganku untuk terakhir kalinya.

Nenek ku sayang …

aku takkan pernah lagi memandang wajah tulus beliau,

kulit lembut yang mulai keriput itu,

takkan pernah ku sentuh lagi,

lengan beliau yang gemulai,

tentu takkan pernah ku raih lagi,

apalagi tubuh mulia beliau yang renta,

aku tak akan dapat lagi memijitnya,

kemarin sore beliau telah kembali,

Nenek…

izinkan aku merangkai kata untuk nenek di hari ini,

sebagai wujud syukur padaNya,

atas nikmat terindah yang selalu kita peroleh dariNya selama ini,

karena hanya dengan bersyukurlah,

kita dapat sama-sama tenang saat ini,

Nenek…

semoga nenek tetap dalam senyuman bahagia,

saat bertemu denganNya di syurga,

kami anak-anak, cucu-cucu, kaum Muslimin dan Muslimat semua,

senantiasa mengiringi perjalanan nenek dengan do’a-doa terbaik yang dapat kami kirimkan,

yang terangkai sangat indah untuk menemani Nenek di sana,

Aamiin ya Rabbal’alamiin…

Kematian adalah kepastian...

Kematian adalah kepastian...!!!

Gambar:

Rasulullah shalallahu ‘alayhi wasalam bersabda, “Manusia yang paling bijaksana adalah mereka yang terbanyak ingatannya akan kematian, serta yang terbanyak amalannya sebagai persiapan untuk menghadapi kematian itu. Mereka itulah orang-orang yang benar-benar bijaksana dan mereka akan pergi ke alam baka dengan membawa kemuliaan dunia serta kemuliaan akhirat.

(HR. Ibnu Majah)

0 thoughts on “Ketika acTinG kita di alam dunia tiba-tiba… di-cUt! oleh Sang Sutradara

  1. Saya menyukai postinga2 anda. . . 😀

    ijin copy kapan2 boleh ndak a’ . . ??

    Biar temen2 te2p ingat sama Sang Sutradara. . .

    Iya,
    silakan2…, boleh2 kapan aja… 🙂
    Trim’s ya,

    Like

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s