Menikmati kebahagiaan hati

Seringkali masalah datang menyapa diri dalam menjalani hari-hari. Berupa komplen, kejutan, hujatan atau penyalahan terhadap diri.  Walau sebenarnya kesalahan itu bukan datang dari kita, tapi atas dasar kekeliruan pihak lain. Bila hal tersebut datang dari pihak eksternal (orang lain).  Mari kita mencoba trik-trik berikut ini, dalam menyikapinya:

  1. Tenangkan hati dan jiwa,
  2. Sempatkan menarik nafas sejenak,
  3. Berfikir optimis,
  4. Yakinkan hati langkah ini sukses 100%!!
  5. Bila lawan (pihak eksternal) tidak ada di hadapan kita, misalnya: komunikasi via telepon, chattingan atau sejenisnya; yakinkan diri bahwa ia (lawan komunikasi) tersebut sedang berada di hadapan kita.  So…, tersenyumlah 🙂 sejenak sebelum memberikan feed back).
  6. Mulailah bertindak, berbicara atau memberi respon dengan sebijak-bijaknya
  7. Jaga kesopanan.  Anggaplah kalau yang ada di pihak eksternal tadi adalah diri kita sendiri.

Bagaimana perasaan kita, kalau kita kembali diperlakukan tidak sopan?

Jadi, walaupun sebenarnya kita tidak salah, jangan malah berbalik menghujat dan menyalahkan oranglain.


Semoga bahagia selalu menyinari hati kita,  membahagiakan hati mereka…

Masalah selesai, orang lain dan diri kita bisa tersenyum kembali…. 🙂

***


Betapa indah terasa

&

Damai menyelimuti jiwa


***

Alhamdulillah

🙂

0 thoughts on “Menikmati kebahagiaan hati

  1. @ dan
    Yupz, sama-sama,
    Yuuk, kita beriman kepada Allah, untuk merasakan keindahan…..
    🙂

    Like

  2. HATIKU SUDAH KOTOR DAN HITAM . BISA KEMBALI BERSIH DAN PUTIH.? KUCOBA DAN KUCOBA ??? AGAR BISA MERASAKAN INDAHNYA HATI.

    Like

  3. @ ridwan65
    tiada kata terlambat untuk berbuat. Coba dan cobalah…. hasil terindah kan hadir di hati.
    Aamiin ..!! 🙂

    @ Agung chandra presetya
    Ya, semangat & sukses! Aamin
    Trim’s iyyaa… 🙂

    Like

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s