Mbahmu, Mbahku, Mbah kita….

Wahai sahabatku,
 Saat diri jauh dari kebisingan kota,
 saat diri terpencil di keheningan desa,
 di sana ada kebeningan embun yang menetes,
 di sana ada suasana alam yang damai,
 di sana ada  kicau burung  yang riang,

Wahai sahabatku,
 ketika kesibukan aktivitas itu tiba-tiba berubah,
 menjadi sebuah pengabdian yang tulus,
 membungkus wajah dengan bening keikhlasan,

Wahai sahabatku,
 biarlah Engkau bukan seperti yang dulu lagi,
 untuk sementara waktu,
 nikmatilah harimu saat ini,
 teguhlah jiwamu dalam janji itu,
 untuk berbakti pada beliau,
 Mbahmu...,
 Mbahku juga...,
 Mbah kita...

Wahai sahabatku,
 bukankah beliau begitu tulus,
 sejak dulu....,
 tak kenal lelah, letih dan putus asa,
 terus mengayomimu,
 dan kini,
 di saat beliau butuh belai kasihmu,
 di saat beliau butuh rengkuhan sayangmu,
 di saat beliau butuh bukti cintamu,
 di saat beliau tak mampu apa-apa lagi,
 berikanlah wahai sahabatku.....
 dengan sepenuh hatimu,
 dari jiwamu terdalam,

Wahai sahabatku,
 yakinlah Engkau,
 kan ada balasan terbaik dariNya,
 untuk hambaNya yang tegar dan tabah,
 demi sebuah cinta....
 dalam damai,

(special for My Cute Sister di sana..
Semoga Mbah kita segera sembuh,
dan senantiasa berada dalam lindungan Allah Subhanahu wa Ta'ala,
Aamiin Ya Rabb,,)


Salam takzim,

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s