Tersenyumlah menyambutnya

Menikah adalah sebuah anugerah dari Allah Swt kepada hamba-hamba yang sangat dicintai olehNya.  Lalu, bagaimana mungkin kita tidak mensyukuri anugerah terindah ini?  Berfikir akan kebaikan-kebaikan yang ada padanya, menyambut kehadirannya dengan senang hati, adalah salah satu bentuk ungkapan syukur yang dapat kita lakukan.

Lho…!!

Kok tiba-tiba aku berposting ria tentang pernikahan yaa..

😀

Hhmmm….hehehee…

begini ceritanya ‘

🙂

Tadi pagi aku bersilaturrahmi dengan salah seorang sahabat via sms-an.  😉 Rupanya Sang sahabat lagi berada dalam kondisi pusing waktu itu.  Lagi stress katanya, berkeringat dingin terus, tidak bisa konsentrasi. Hmmm…alasannya karena terlalu mikirin nikah.  Iya, bener! beliau Insya Allah akan melangsungkan pernikahan pada akhir November nanti.

Lalu, rasa prihatin dan empatiku pada beliau inilah yang membuatku menulis tentang pernikahan.  Cieee, ternyata sahabatku mau menempuh hidup baru, aku kapan yach… ? Eiitsss, tunggu dulu, jangan di tanya-yaa ;).  Semua kan indah pada waktunya.  Aamiiin  🙂

Subhanallah……

Kecemasan berbaur kebahagiaan sahabatku dalam menyambut hari bahagia itu, juga melimpah pada hatiku. Sehingga aku mengabadikannya disini.

Aku mendukungmu kawan!

Ayo…!  Sambut hari bahagiamu dengan mantab dan penuh keyakinan,

Teguhkan hatimu,

Aku sangat yakin, engkau pasti bisa!

Semangat!

(Lhaa.. koq aku yang very antusias  yach, 😀 )

Oke…

Pesanku wahai sahabat:

(Ehem,  sejenak pasang gaya seorang yang sangat bijaksana dan berwibawa)

🙂

Bermohon pada Allah Swt selalu, agar dimudahkan dalam prosesnya nanti.  Aamiin.  😉 Semoga engkau temukan kedamaian, ketenangan hati, dan bahagia yang berkepanjangan.  Rancanglah draft rumah tanggamu dari sekarang, lakukan yang terbaik dan hasil akhir adalah keputusan Allah Swt.  Yakinlah akan janjiNya.  Dia selalu ada untuk kita.  Dia akan selalu mempermudah jalan bagi hamba-hambaNya yang selalu percaya padaNya.

Bangunlah rumah tanggamu kelak yang sakinah, mawaddah wa rahmah dalam naungan RedhoNya.  Lengkapilah separuh dien-mu yang masih belum sempurna, gapailah kasih sayangNya dengan memantaskan dirimu untuk dicintai olehNya, dengan mengabdikan dirimu sepenuhnya pada Sang Ikhwan yang kelak akan menjadi suamimu, belahan jiwamu yang selama ini jauh darimu, dan nanti bila waktu itu telah tiba, dia akan segera mendekat padamu, bersatu denganmu untuk melanjutkan langkah bersama, menggapai Redho Ilahi.

Wahai sahabatku…..!

Bangunlah keindahan syurga dalam rumah tanggamu kelak.  Jadikanlah Sang suamimu sebagai seorang raja bagimu, dan menjadilah engkau sebagai pelayan baginya.  Itulah langkahmu, itulah jalanmu untuk menjadi kekasihnya yang sesungguhnya.  Lakukan yang terbaik, yang bisa engkau perbuat untuknya.  Gapai keredhoan Allah Swt dengan menjadi istri yang solehah.

Subhanallah…..

Lalu berhak lah engkau atas syurga itu wahai sahabatku….. dan tetaplah bersamanya disana, bernaung bersamanya untuk selamanya, disaksikan oleh Allah Swt, Tuhan kita.

Lalu pesan di akhiri dengan sebuah kalimat singkat:

Aku merestuimu,

“Barakallahu laka wa baraka alaika wa jama’a bainnakumma fii khoirin”

“Semoga Allah memberkahimu dan memberkahi atasmu serta mengumpulkan kamu berdua dalam kebaikan“.

English: name of allah

English: name of allah (Photo credit: Wikipedia)

Aamiin Ya Rabbal’aalamiin,

🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s