Hati

Segala yang kita lakukan bersumber dari hati, perlu kiranya kita mengenal tentang sumber itu, tentang jenisnya, 3 jenis hati:

Lalu, ada di bagian mana hati kita, berada?

1. Hati yang bersih, senantiasa rindu kepada Allah Swt, dan terharu mengingat padaNya.  Baginya, tidak boleh ada yang sia-sia.  Waktu baginya sangat berharga.
2.  Hati yang mati, kering dan keras bagaikan batu, tidak mau menerima kritikan dari orang lain.  Menganggap diri adalah seorang yang lebih, picik, tertutup.
3. Hati yang sakit, senantiasa gundah gulana, ragu dan tidak pernah merasakan indahnya iman dan Islam.  Orang yang hatinya sakit, akan secepat kilat melupakan dosa-dosa yang pernah diperbuatnya, dan menganggapnya biasa saja.  Hal ini disebabkan di dalam hatinya ada ujub, riya dan takabur yang tidak merasakan kehadiran Allah di dalam hatinya.

Berteman lirik nasyid-nya Bimbo, yang semakin mengusik 1kepinghati untuk kembali mentafakuri keberadaannya…..

————–
Hati Kami

————–

Robbana
Ya Tuhan kami
Bersihkanlah hati kami
Dari noda iri dan dengki
Dari cacat, angkuh dan sombong

Robbana
Ya Tuhan kami
Sembuhkanlah hati kami
Dari sifat tipu dan dusta
Dari cacat, ujub dan ridah

Mulut kami suka betul bergunjing sepanjang hari
Mulut kami senang betul menyakiti hati kawan sendiri

Robbana
Ya Tuhan kami
Bersihkanlah hati kami
Dari noda, ujub dan riya

Robbana
Ya Tuhan kami

——————

Cara untuk mengobati hati, diantaranya:

  1. Qiyamullail, sholat malam.  Seorang yang rajin mendirikan solat di tengah malam yang gulita, akan terhindar dari penyakit hati.
  2. Membaca, memahami Al-Quran, karena Al-Quran adalah sumber segala ketenangan yang telah di turunkan olehNya  sebagai pedoman kita di dunia ini.
  3. Pendek angan-angan, segera melakukan kebaikan ketika hati tergerak untuk melakukan kebaikan, jangan pernah menunda-nundanya, karena bila ditunda-tunda, akan menyebabkan timbulnya penyakit hati.
  4. Tenang dalam setiap urusan yang sedang kita lakukan, untuk tetap menjaga hati.
  5. Saling menasihati dalam kebaikan, tujuannya bukan hanya mengingatkan kepada oranglain, tetapi yang lebih khusus adalah untuk menata hati kita sendiri,
  6. Khusyuk dalam menjalankan kebaikan.  Karena hasil terbaik akan bisa dicapai dengan khusyu’.

Wallahu a’lam bish showab

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s