Pelita jiwa

Sombong.  Sikap yang sangat berlebihan, tidak untuk dimiliki dan dipakai oleh makhluk bernama manusia.  Bila sekali saja pernah di tanam didalam hati, pohon kesombongan itu akan berbuah kepahitan bagi insan yang menanamnya.  Apapun bentuknya, kapanpun dilakukannya, kesombongan tidak akan berbuah kemanisan dan kebahagiaan.  Malah sebaliknya, hasil akhir dari sebuah kesombongan yang disemai, ditanam, dipupuk, disiangi dan dipelihara dengan baik, adalah kepahitan yang tak akan bisa dinikmati buahnya sedikitpun.  Hasilnya adalah buah yang sangat tidak mengenakkan, dan tidak pantas bagi 1kepinghati untuk memeliharanya, apalagi memetiknya.

Sikap sombong berawal dari perasaan yang berlebihan terhadap diri sendiri, dengan anggapan bahwa diri inilah yang paling bisa, diri inilah yang memiliki segalanya, tak butuh oranglain lagi dalam mengarungi kehidupan ini, dan sebab lain yang membuat 1kepinghati menjadi begitu tinggi, semakin mengeras, dan tidak lagi mau dan mampu menampung tetes-tetes embun kebenaran yang disampaikan.  Pintu-pintu jiwanya telah tertutup oleh segala perasaan yang dipikirkan tentang dirinya, tidak menghargai orang lain, dan menganggap dirinyalah yang paling benar.

Seringkali sikap sombong ini menggelapkan jiwa yang bening penuh cahaya.  Karena tidak pernah dinyalakan pelitanya, tanpa pernah berusaha untuk mencari cara untuk mendapatkan setitik sinar dari manapun.  1kepinghati yang telah benar-benar ditutup rapat untuk masukan dari setiap pelosok jiwa yang lain.  Hati yang merasakan terang karena dirinya tidak pernah mencoba untuk keluar dari kegelapannya.  1kepinghati yang merasa sudah cukup dengan sinar temaram yang ada di sekitarnya, sehingga kadangkala dia bersikap seperti katak di dalam tempurung, yang merasa dirinya lah yang paling besar, melingkupi langit palsu (tempurung) yang telah bisa dijangkau oleh tinggi tubuhnya.  Seperti itulah kondisi jiwa yang sombong itu.  Jiwa yang sudah sangat kasar, tidak menyisakan kelembutan sedikitpun.  Masya Allah, lindungilah jiwa dan 1kepinghati kami dari yang demikian Ya Allah,  Sang Pemilik cinta.  Penuhilah hati kami dengan cinta yang lembut, dan sangat peka terhadap masukan dan kebenaran yang datang menyapa 1kepinghati kami.  Agar kami semakin dekat dengan-Mu, semakin mencintai-Mu, dan Engkau mencintai kami Ya Robb…..

1kepinghati kami yang kecil, berada dalam genggaman-Mu, tetap genggam dia Ya Robb, dengan sekuatnya, agar 1kepinghati kami selalu berada dalam kendali-Mu, agar dia tidak berpaling dari-Mu, agar dia selalu patuh hanya pada-Mu, agar takutnya hanya karena-Mu, yang memilikinya, yang menciptakannya, yang akan menjadi tempat kembalinya nanti, tempat berlindung baginya.

1kepinghati kami yang tak memiliki kekuatan apa-apa tanpa aliran keagungan-Mu ini, hanyalah seonggok daging yang begitu lemah, akan menjadi lemah lagi, tanpa kekuatan dari-Mu Ya Robb…..

1kepinghati kami yang bukan apa-apanya ini, muliakanlah dia Ya Robb, atas kekuasaan-Mu yang melingkupi segalanya, atas kerajaan yang Engkau menaunginya, atas semua yang Engkau miliki Ya Robb…..

1kepinghati kami ini, butuh Engkau, harap pada-Mu, bergantung atas-Mu, dan berlindung hanya pada-Mu…..

Jadikan 1kepinghati kami sebagai pelita jiwa-jiwa yang mengharapkan Redho dan ampunan-mu, jadikan ia sebagai jalan menuju-Mu Ya Robb…..

Aamiin Ya Robbal’aalamiin,

0 thoughts on “Pelita jiwa

  1. Buktikan IndonesiaMu
    aio dukung Pulau Komodo sebagai new7wonders
    klik disini
    =====================
    Siap! Mari kita dukung Pulau Komodo, menjadi bagian dari keajaiban dunia

    Like

  2. Hati adalah segumpal darah yang menentukan jiwa dan raga kita. Ketika baik darah itu, baik pula jiwa kita demikian juga sebaliknya.

    Dan, hanya kita sendiri yang bisa menentukan darah itu baik atau tidak!

    nitip pesen: ikutan vote di sini: Jadikan Pulau Komodo Sebagai 7 Keajaiban Dunia Jangan sampai kita kehilangan ‘Borobudur’ lagi! (he.. he..)
    =====================
    Mari kita baik-kan segumpal darah itu, agar menjadi sebaik-baiknya. Ayoo…semangat mendukung Pulau Komodo, bagian negeri kita 🙂

    Like

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s