Mereka yang terluka…..

Seperti elang yang tak kenal lelah mengepakkan sayapnya, menukik dan kembali membumbung ke ketinggian langit, mencoba untuk menunjukkan pada setiap awan yang ditemuinya, sayapnya masih bisa mengepak, menerbangkan tubuhnya yang mulai terlihat lelah.  Begitulah perjuangan seorang nenek yang sempat 1kepinghati perhatikan dalam perjalanan ini.  Setiap kali menemukan tubuh ringkih itu, berjalan menelusuri setiap persimpangan, meninggalkan satu tikungan dan menuju tikungan berikutnya.  Inilah perumpamaan dunia yang semakin tua ini.  Dia senantiasa menjalankan tugasnya untuk memfasilitasi insan (manusia) dan makhluk Allah yang lainnya untuk bisa bertahan dalam pengabdian padaNya, sebagai seorang hamba.

Berjuang menempuhi setiap rintangan yang ada, guna mencapai bahagia yang sementara.  Bahkan ada yang tanpa segan mengorbankan Saudaranya yang lain untuk meraih kebahagiaan yang dicita-citakannya.  Tidakkah ada sedikit perasaan luka dan iba, atas setiap musibah yang menimpa Saudaranya itu?  Padahal yang pastinya dia juga punya 1kepinghati yang selalu menasihat agar menjadi seorang yang peduli, bukan menyakiti.  Bahkan hadirnya disini  juga untuk menjadi seorang yang bermanfaat bagi oranglain.  Namun, seiris pisau yang ditujukan pada hati yang tak tahu apa-apa, menjadi kebanggaan baginya untuk meraih syahid yang diharapkan.  Perih yang di rasa, menjadi bertambah perih lagi, melihat masih ada 1kepinghati yang lain, yang juga merasakan hal yang sama dengan dirinya, ternyata bukan hanya dia yang mengalami hal serupa. Wallahu a’lam bish shawab.

1kepinghati yang terluka,

1kepinghati yang menanggung derita,

memang ini ujian dariNya,

bagi jiwa-jiwa yang selalu yakin padaNya,

memang ini atas kuasaNya,

namun 1kepinghati itu terus meronta,

menangis dalam iba dan airmata,

penuh luka-luka,

terbakar,

tersayat,

teriris,

tertusuk,

sungguh menyakitkan,

1kepinghati yang tak berdaya,

kecuali hanya meronta,

memohon pada penguasaNya,

untuk segera hapuskan luka,

untuk segera kembalikan ceria,

1kepinghati yang turut terluka, berlinang airmata, tak sanggup rasakan perih itu, tak tega melihat duka itu.  Ya, semua karena cinta…..

Cinta pada bahagia yang selama ini ada, cinta pada senyum ceria yang telah berkurang, cinta pada tangis kecil yang sempat tertahan, karena perih itu, cinta pada mereka yang terluka, cinta pada sesama.  Karena semua tentang cinta, tentang kita yang satu jiwa.

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s