Saat 1kepinghati kembali bicara

Melihat semua yang terjadi dalam hari-hari yang dilewati, banyak sekali perubahan yang telah terjadi, sedang terjadi dan akan terjadi setiap waktunya.  Kadangkala ada kemiskinan yang di temui, ada segolongan yang kaya serba berkecukupan dan yang apa adanya.  Semua itu hadir sebagai sebuah berbedaan yang menciptakan keanekaragaman dalam kehidupan ini.  Mereka hadir dengan ciri khasnya masing-masing.  Seorang yang menjalani kehidupan dalam keadaan yang serba kekurangan atau berkelebihan, tentu punya alasan tersendiri, mengapa orang tersebut bisa menjadi seperti itu.  Alasan yang hanya mereka dan 1kepinghati mereka yang tahu, tentang semua keadaan itu.

Namun, tak bisa dipungkiri lagi, semua keadaan yang ada, kaya atau miskin, yang pastinya, semua atas ketetapanNya.  Namun, tak lepas dari ikhtiar dan doa yang senantiasa di upayakan agar tetap bisa melalui perjalanan dalam kehidupan ini dengan ujung yang baik, husnul khatimah.

Bermacam upayapun dilakukan oleh kita semua agar bisa tetap eksis dan menjadi bagian terpenting dalam bidang yang sedang kita tekuni masing-masing.  Seperti menjadi bagian dari sebuah lembaga pendidikan, menjadi karyawan sebuah perusahaan, dan lain sebagainya.  Dimanapun kita berada, kita adalah bagian dari aktivitas ekonomi yang sedang terjadi.  Semua kita pasti sudah menyadarinya.

Dalam hal ini sebuah perusahaan baik besar maupun kecil, pasti akan ada tujuan yang ingin diraihnya, yaitu pendapatan dan laba yang maksimal.  Berbagai upaya pun dikerahkan untuk bisa mencapai tujuan tersebut, seperti memperluas jaringan, meningkatkan kualitas produk, memperkaya kreatifitas, dan inovasi terbaru kembali dimunculkan agar selalu bisa semakin berjaya.  Namun, semaksimal usaha yang dilakukan oleh insan berstatus manusia ini, tentu kita hanya bisa berusaha, hasil terakhir adalah qadha atau qadhar yang telah ditentukan oleh Nya untuk kita terima.  Kalau hasil tersebut adalah terbaik, kenapa kita mesti bersedih atas hasil minimal yang kita terima?  Dan kalau memang hasil tersebut adalah yang terbaik, mengapa kita tidak bersyukur atas hasil maksimal yang sedang kita nikmati?  Wallahu a’lam bish showab. 🙂

Dalam proses berjalannya kegiatan operasional sebuah perusahaan, kadang berkembang, kadang menyurut, sesuai dengan ketatnya persaingan yang ada.  Semua itu merupakan ujian, baik luasan dalam usaha atau kemerosotan yang ada.  Keluasan hati dan ketegaran jiwa, membuat semua itu hanya sebagai selingan dalam kehidupan, hasil skenarioNya yang akhirnya adalah keindahan.  Keyakinan bahwa semua adalah sebagai pewarna dalam putihnya jalan kehidupan ini, agar semakin berkesan di akhirnya nanti.  Seperti halnya sebuah perjalanan untuk tujuan wisata, perjalanan seharian penuh, tidak akan mungkin berkesan bila kita tidak melihat-lihat ke luar jendela mobil yang sedang melaju, tidak akan pernah kita bisa tahu jauhnya perjalanan dan penatnya jasmani, bila selama perjalanan itu kita hanya tertidur.  Tidak pula akan bisa kita kenang semua hasil perjalanan wisata itu, tanpa kita mengambil sesudut obyek untuk kita abadikan dalam kamera hati kita.  Dan tidak akan mungkin kita bisa sampai ke obyek wisata yang kita tuju tanpa kita melanjutkan perjalanan menuju arah yang sebenarnya.  Mana mungkin kita akan sampai ke bagian timur bila kita bergeraknya ke arah selatan, mana mungkin kita bisa sampai ke kutub utara, bila kita berjalan ke arah yang berlawanan.  Butuh waktu yang cukup lama, untuk mencapai tujuan yang sesungguhnya akan kita capai, bila kita ternyata menempuh arah yang kurang tepat, walau nantinya bisa sampai juga ke tempat yang dituju.

Semoga kita semua selalu berada pada jalan yang selalu tepat, agar segera kita mencapai tujuan akhir yang kita idamkan bersama, yaitu berada di dalam REdho ALLaH SwT.

Dan perusahaan yang sedang beroperasi di dalam diri kita sendiri, bisa kita arahkan menuju tujuan tersebut dalam sebaik-baiknya proses.  Agar perusahaan (diri kita masing-masing) bisa menjadi terus berdaya upaya untuk memberikan kemaslahatan bagi seluruh alam, sebagai salah satu tujuan berdirinya, yaitu menjadi khalifah Allah di muka bumi ini.  Menyampaikan segala keagunganNya, menjaganya agar terus berkembang demi membawa nama baik pribadi kita masing-masing.  Dan akhirnya bisa menang dalam persaingan untuk menjadi hamba yang dimuliakan olehNya, 🙂

Aamiin Yaa Robbal’aalamiiin.

0 thoughts on “Saat 1kepinghati kembali bicara

  1. semua adalah milikNya maka kembalikanlah padaNYa, untuk mendapatkan redho Nya…
    salam 🙂
    ====================================

    Iya, mengembalikan semua hasil akhir padaNya, setelah semua ikhtiar terindah dilakukan,

    Salam Ukhuwah,

    Like

  2. memang hidup itu seperti mata uang kita; fluktuatif..
    salam hangat
    =======================

    Benar, turun naik.
    Tak selamanya berada pada kekurangan,
    dan tidak selamanya berada pada keadaan berkecukupan,

    Salam Ukhuwah,

    Like

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s