Cahaya Kehidupan

Cahaya kehidupan tak akan pernah padam sampai akhir nanti.  Dia akan selalu bersinar untuk menyampaikan cahaya keagunganNya pada segenap makhluk yang senantiasa menyapa, memanggil dan mengharap untuk dipenuhi cahayaNya.  Tak sedetikpun Dia lengah dan lalai untuk setiap insan yang pernah mengaku telah memiliki perasaan cinta dan beriman kepadaNya walaupun baru sedikit adanya.

Bukankah sesuatu hal akan bisa dinyatakan besar,

mulanya berawal dari hal yang kecil?

Begitu juga dengan cinta dan iman hamba yang masih belum apa-apanya dibandingkan besarnya cinta dan iman Sang Baginda Rasulullah Saw kepada Sang Khalik. Perasaan cinta dan iman yang telah tertanam  ini akan senantiasa dijaga, dipupuk, dirawat dan disirami, agar bila tiba saatnya nanti, cinta dan iman ini akan terus tumbuh untuk menunjukkan tunasnya, berakar, memiliki daun yang kehijauan menghiasi batangnya yang kokoh. Lalu dia akan berbunga sangat cantik dan indah yang menebarkan aroma khas harumnya ketulusan, diikuti musim buah keikhlasan. Buah itulah nanti yang akan bisa dipetik untuk dinikmati bagi sesiapa saja yang bermaksud untuk merasakan manisnya.  Tiada perlu meminta izin sebelum memetiknya, karena buah cinta dan iman itu adalah milik kita, milik engkaudanaku. Hanya perlu waktu saja, yang mesti  dikorbankan demi mendapatkannya.

Bukankah setiap hasil itu

sesuai dengan pengorbanan yang telah kita lakukan?

Setidaknya, begitulah kalimat yang akan selalu hadir di hati, untuk terus menumbuhkan semangat dalam upaya mendapatkan apa yang kita butuhkan. Setelah itu, silakan bagikan buah yang telah dipetik itu kepada siapa saja yang juga membutuhkannya. Demi mereka ikut menikmati betapa lezat rasanya, yang tiada akan bisa dibandingkan dengan kelezatan makanan yang telah sempat dikecap indera perasa. Lalu, mari kita sama-sama bernaung dalam pangkuanNya. Senantiasa bersama denganNya, Allah Swt, dalam setiap waktu yang kita miliki.

Yang selalu setia menjaga setiap hamba yang mengaku sebagai hambaNya.

Yang selalu setia menjawab setiap rintihan suara hati di malam sunyi yang pekat.

Yang selalu ada untuk setiap insan yang pernah mengaku tiada berdaya dalam melakukan apapun tanpa pertolongan dan hidayahNya.

Yang selalu setia mendengarkan curahan hati yang pernah merasakan haru, rindu, duka dan hangatnya linangan airmata.

Yang selalu setia untuk  menjawab cinta dan iman yang  sempat  sampai padaNya.

Yang selalu setia menjawab doa-doa yang terucap walau satu kata.

Yang dengan setia melimpahkan nikmatNya pada setiap makhlukNya.

…..Subhanallah…..

Dia yang memiliki segalanya sungguh begitu setia, sedangkan aku yang tidak memiliki apa-apa ini, mengapa malah bersikap sebaliknya?

Astaghfirullahal’adziim.

Wallahua’lam bishshawab.

Lalu mari kita sejenak menghayati liriknya:

Hijjaz-Fatamorgana

Sudah menjadi lumrah kehidupan di dunia

Cabaran dan dugaan mendewasakan usia

Rintangan dilalui tambah pengalaman diri

Sudah sunnah ketetapan ilahi

Deras arus dunia menghanyutkan yang terleka

Indah fatamorgana melalaikan menipu daya

Dikejar dicintai bak bayangan tak bertepi

Tiada sudahnya dunia yang dicari

Begitu indah dunia siapa pun tergoda

Harta pangkat dan wanita melemahkan jiwa

Tanpa iman dalam hati kita kan dikuasai

Syaitan nafsu dalam diri musuh yang tersembunyi

Pulanglah kepada tuhan

Cahaya kehidupan

Keimanan ketaqwaan kepadanya

Senjata utama

Sabar menempuh jalan tetapkan iman di hati

Yakinkan janji tuhan syurga yang sedia menanti

Imanlah penyelamat dunia penuh pancaroba

Hidup akhirat kita kekal selamanya

🙂

Aamiiin

🙂

Advertisements

0 thoughts on “Cahaya Kehidupan

  1. I mizz you, 😀

    Like

  2. ‘pembelajaran agung…dariMU…trims…ya Alloh…

    🙂 Allahu Akbar!

    Like

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Location Di sesudut bumi yang membentang indah, di bawah sinar mentari yang tersenyum cerah, di antara makhluk ciptaan-Nya yang mengajakku tersenyum meriah, untuk bersyukur dan bersabar menempuh perjalanan hidup di dunia yang sementara, iniiii... Hihihiii. :D Phone Dzikrullah E-mail maryasuryani@gmail.com Hours Waktu adalah ibadah. Semoga berkah setiap langkah yang menjejak dalam detik-detik waktu. Waktu yang berubah menjadi masa lalu setelah kita tinggalkan. Waktu saat ini yang semoga kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk hari esok yang lebih baik. Semangat menempuh perjalanan, kawan. Semoga selamat sampai di tujuan yang sedang menanti dengan senyuman. Ini namanya merangkai harapan, jadi, jangan tertawakan, cukup senyumi dengan menawan. Terima kasih atas pengertian, pemakluman dan pemahaman yang semoga mengajakmu tersenyum saat main-main di sini. Sekalipun ada kesedihan, tenanglah, tidak berkepanjangan. Tetap ada ya, untuk saling mengingatkan pada kebaikan dan kebenaran. Harapan : Semoga pertemuan, kebersamaan dan berjaraknya kita senantiasa dalam lindungan dan Ridha Allah subhanahu wa taala... Aamiin ya rabbalalamiin.
%d bloggers like this:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close