Marah dan Diam

Apa hubungan marah dengan diam?

Kalau ada yang memarahi Anda, diamlah.

Kalau Anda sedang marah, diamlah.

Mengapa?

Karena……..

Apabila ada seorang yang sedang marah, emosinya sedang meluap…meluap…meluap, seperti air bah.  Dan itu bisa kita lihat pada wajahnya.  Wajah yang biasanya bersinar, cerah dan penuh senyuman, tapi….. kalau pemilik wajah tersebut sedang marah, yang terlihat tidak lagi demikian.  Bisa kita bayangkan, bagaimana wajah seorang yang sedang marah. Hiiiii….syereeemmmmm. Aku tidak mampu membayangkannya, apalagi memandang.

Mengapa harus diam ketika sedang marah?

Karena, ketika sedang marah emosi tidak akan bisa dikontrol lagi.  Pikiran sehat akan hilang, dan berganti dengan kesempitan.  Sehingga orang yang sedang marah akan bisa mengeluarkan kata-kata yang tidak mengenakkan untuk di dengar.

So………

Diamlah kalau lagi marah.

Dan Diamkanlah orang yang sedang marah.

Tapi jangan marahi orang yang sedang diam, yaa…..

🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s