Mentari

Saat malam merangkak gulita,

Kurenungkan diri ini,

Apa baktiku di siang tadi?

Rupanya baru sedikit saja,

Baru sedikit…..

Apakah sudah berarti?

Besok dan lusa,

Ku ingin bakti lebih banyak

Sebanyak sinar mentari yang menyinari bumi dari ufuk timur

Saat pagi tiba,

Ku sambut hadirnya Sang Mentari,

Berikan kekuatan cahayamu dalam setiap gerakku,

Kau lah perantara kekuatan alam,

Kau panasi hati ini,

Sampai sepanas tubuhmu!!

Sehangat sinarmu,

Namun lembut saat ku pandang,

Menambah semangat hidupku dalam melakukan bakti,

Mentari,

Saat kau muncul,

Kau kejar kehidupanku,

Kau gapai anganku,

Kau temani hari-hariku,

Hari yang penuh liku

Penuh harapan dan tantangan

Di selingi semak keangkuhan

Yang sering ada di sekitar…

Mentari,

Teruslah bersinar

Jangan pernah redup lagi

Karena sinarmu sangat berarti

Bagi hidup dan kehidupan

Tanpa sinarmu,

Semua akan mati, hilang, lenyap tanpa bekas

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s