Gregarious People


English: Comparison between a photograph and a...

English: Comparison between a photograph and a drawing in anime/manga style from the same viewpoint. Deutsch: Vergleich zwischen einer Fotografie und einer Zeichnung im Anime/Manga-Stil vom gleichen Motiv. Français : Comparaison entre une photographie et un dessin en style manga sur le même fond. Bahasa Indonesia: Perbandingan antara foto dan gambar bergaya anime/manga dari sudut pandang yang sama. (Photo credit: Wikipedia)

Walaupun aku sangat suka dengan keheningan, namun saat ini berbeda. Ya, aku lagi sendiri di sini. Namun sungguh berbeda nuansanya. Hening yang tidak biasa, sungguh membuatku ingin menangis saja. Huwwwaaaaa….   :D

Benar-benar sunyi, sepi dan membuatku merasakan ada yang tidak biasa, itu saja.  Adapun suara-suara laju kendaraan yang terdengar dari kejauhan, sedikit membuatku lega. Namun, masih saja aku ingin menangis saat ini juga. Entah mengapa.  Tiba-tiba aku pengen nangisss.

Teman-teman yang biasanya ada dan beraktivitas bersama di ruangan ini, kini pada dinas lapangan. Apalagi di luar cuaca sungguh sangat mendung. Aku menjadi teringat beliau di sana. Apakah kehujanan, ataukah kepanasan kah? Hah! Sungguh menjadi buah pikiran. Aku menjadi semakin tidak tenteram.

Aku lantas berpikir, bahwa ini adalah satu satu bagian dari perubahan.  Terkadang kita bersama, ada waktunya kita berjarak raga.  Namun, ketika ada jarak yang membentang di antara kita, sungguh terasa.  Bukankah begitu, teman?

Dalam keheningan yang membuatku ingin menangis, tiba-tiba terdengar bunyi gemuruh bersahut-sahutan dari kejauhan. Dan nuansa alam yang seperti ini, membuatku sedikit adem. Terlebih lagi, ketika aku coba membuka lembaran tirai yang menggantung di dekat jendela. Lalu, melayangkan pandangan nun jauh ke ujung. Jauuuuh.. sangat.

Pemandangan lepas tanpa jeda, hingga mata ini bertemu dengan perbukitan yang mulai kelabu. Yah, di atas bukit tersebut, kiranya sudah turun hujan dengan derasnya. Puncak yang tidak terlalu tinggi, terlihat memutih. Lalu, ku titipkan beberapa jejak mata di sana. Sebelum akhirnya, ku membawanya lagi mendekat, merapat dengan keberadaan ku.

Aku sempat menerawang sejenak. Penerawangan yang membuat mataku menatap kosong. Aku masih sendiri hingga beberapa puluh menit kemudian.

Dan akhirnyaaa… tralalaaaa… seorang gadis manis berkerudung putih, hadir dari belakang ku. Dari  nada suara yang beliau alirkan, aku menjadi tahu, bahwa gadis tersebut adalah Teh Annisa, salah seorang kolega ku. Walaupun belum sempat menatap, pula.

Segera aku berpaling ke arah datangnya suara, lalu berseru ku, “Teh Cachaaaaaaaaaaaaaa…….?!” Dengan wajah yang bahagia, aku tersenyum indah pada beliau yang membalas senyumanku dengan lebih indah.  Senyuman khas Teh Cacha, begini aku akrab menyapa beliau.  Adapun seulas senyuman yang mengembang dengan lepas itu, membuatku segarkan pikir, segera. Bahwa ternyata, aku tidak lagi sendiri.

Aku bahagia sungguh sentosa di dalam jiwa. Aku segera bersyukur dan menyiratkannya dalam sikapku. Dan kini, aku segera merangkainya dalam kalimat yang lebih banyak lagi. Setelah beberapa puluh menit kemudian, datanglah seorang kolega yang lain. Asyiik, aku kini tidak sendiri lagi. Aku ada temann… :D

***

Dari pengalaman hari ini, aku dapat memetik beberapa pesan, diantaranya :
- Mendung tak selalu pertanda akan hujan. Buktinya, sampai saat ini belum turun hujan di sekitar. Padahal dari tadi sudah bergelayut awan hitam di langit.

- Ketika sedang sendiri, kita tidak perlu bersedih. Dan saat sedih menyapa, kita tidak mesti menangis. Karena iklim kan berlalu dan dunia berputar. Teruslah memutar arah pikir. Seraya mencari cara, bagaimana cara menghadapi keadaan yang saat ini sedang kita jalani?

- Ketika sedang sendiri, jangan merasa sepi. Walaupun sebenarnya sedang sunyi. Karena dalam kondisi demikian, kita dapat mengenali diri. Bahwa kita hadir di dunia ini, untuk itu.

- Kita hidup berkelompok, sebagai insan sosial.

;)

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s